Lestarikan Kebudayaan di Tengah Gerusan Zaman

GUNUNG TABUR – Suasana malam Minggu di Kecamatan Gunung Tabur terasa semakin hangat dan memikat. Halaman Museum Siraja Gunung Tabur berubah menjadi pusat perhatian warga dan wisatawan yang hadir, untuk menikmati perpaduan harmonis antara pertunjukan seni tradisi dan kelezatan kuliner lokal khas Kabupaten Berau.

Acara malam budaya ini menghadirkan penampilan memukau dari kelompok seni Rimaung Pattang. Tarian dan atraksi kebudayaan yang dibawakan sukses menghidupkan suasana malam, mengajak masyarakat menyelami kembali nilai-nilai luhur serta keindahan seni warisan leluhur Berau.

Tidak hanya disuguhi atraksi seni, para pengunjung yang hadir juga dimanjakan dengan bermacam-macam kuliner tradisional khas Berau. Salah satu hidangan unggulan yang paling diminati adalah Ancur Paddas—bubur pedas khas Berau bertekstur gurih dengan aroma rempah yang khas, bersama ragam jajanan dan santapan lokal lainnya yang dijajakan di sekitar area museum.

Wakil Bupati Berau Gamalis yang menyempatkan hadir dalam acara itu, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya acara kebudayaan yang memadukan potensi seni dan ekonomi kreatif lokal ini.
Dalam keterangannya, Gamalis menegaskan pentingnya menjaga tradisi agar tidak tergerus oleh zaman.

“Kebudayaan dan kuliner tradisional adalah identitas bangsa yang harus terus kita rawat bersama. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan hiburan dan ruang kreativitas bagi para seniman kita, tetapi juga membangkitkan perekonomian masyarakat melalui UMKM kuliner khas Berau,” ujar Gamalis.

Gamalis juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif mengenali, menikmati, dan melestarikan kekayaan budaya lokal.

“Mari kita jadikan kekayaan budaya Berau—mulai dari seni pertunjukan Rimaung Pattang hingga cita rasa Ancur Paddas, sebagai kebanggaan kita bersama. Kalau bukan kita yang melestarikan dan mempromosikannya, siapa lagi?” tambahnya.

Kehadiran acara budaya di lokasi bersejarah seperti Museum Siraja Gunung Tabur terbukti mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) mulai dari mengenalkan seni pertunjukan tradisional kepada generasi muda dan wisatawan secara interaktif.

Membuka ruang rezeki bagi para pelaku usaha kuliner lokal untuk mengenalkan resep-resep warisan daerah. Dan menghidupkan kawasan cagar budaya Gunung Tabur sebagai destinasi wisata malam yang aman, ramah keluarga, dan berkesan.

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus digelar secara rutin untuk memperkokoh posisi Kabupaten Berau sebagai destinasi pariwisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. (ADV/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel