Follow kami di google berita

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak di Berau, Maksimal Beroperasi Oktober 2025 Mendatang

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menyatakan sebagian dari 109 Koperasi Merah Putih yang dibentuk telah siap menjalankan program inti atau “core business”nya. Salah satunya adalah menjadi penyalur LPG subsidi yang saat akan berjalan di Kelurahan Gunung Tabur.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. Menurutnya koperasi ini berbeda dari koperasi konvensional karena dibentuk atas instruksi khusus pemerintah pusat dan memiliki tahapan yang terstruktur.

“Contohnya di Kecamatan Gunung Tabur, koperasinya sudah siap. Arah bisnisnya ke penyaluran LPG subsidi. Mereka tinggal menyusun kebutuhan bisnis dan rencana anggarannya,” ujar Eva saat ditemui usai acara peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-78 di GOR Pemuda pada Jumat (01/08/2025) kemarin.

Menurut Eva, dana dukungan dari pemerintah pusat untuk modal awal koperasi Merah Putih akan dicairkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun, pencairan ini bergantung pada kelengkapan rencana bisnis dan petunjuk teknis dari Kementerian Keuangan yang nantinya akan diatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMPK) Berau.

“Alhamdulillah juknis dari Kemenkeu sudah keluar. Tinggal koperasinya menyusun kebutuhan mereka yang nantinya akan di atur DPMK dan untuk jumlah dana tidak seragam, disesuaikan dengan skala bisnis masing-masing, maksimal sekitar Rp5 miliar,” jelasnya.

Eva menambahkan, secara nasional pemerintah menargetkan koperasi-koperasi ini mulai beroperasi maksimal pada Bulan Oktober 2025 mendatang. Di Berau, pihaknya akan mengawal percepatan proses ini agar koperasi benar-benar bisa memberikan dampak langsung ke masyarakat.

“Kita berharap koperasi bisa menangkap peluang, termasuk menjadi agen LPG resmi. Apalagi sudah ada regulasi dari Kementerian ESDM yang mendukung peran koperasi,” ucapnya.

Selain menjadi penyalur LPG, koperasi Merah Putih juga didorong untuk berperan aktif dalam memutus mata rantai distribusi bahan baku hasil laut, khususnya komoditas seperti terasi, ikan, udang dan lain-lain.

Menurutnya, saat ini Pemkab Berau sudah mulai membangun rumah produksi sebagai bentuk keseriusan mendukung visi Bupati Berau, Sri Juniarsih dalam membangun industri lokal yang kuat dan mandiri.

“Kita ingin koperasi bisa menjadi pembeli utama bagi nelayan. Seperti tengkulak dari luar daerah yang biasanya memberi uang muka ke nelayan, kenapa koperasi kita tidak bisa melakukan hal serupa. Padahal mereka bisa didukung modal dari bank,” tegasnya.

Dengan skema ini, koperasi bisa memberikan kepastian pasar kepada nelayan-nelayan di kampung. Mereka tidak perlu lagi menjual ke luar daerah karena pasar sudah ada di dalam.

“Kita tidak bisa melarang nelayan menjual ke luar, tapi kalau koperasi berani beli duluan, otomatis mereka akan memilih koperasi. Jelas pembelinya siapa, harganya bersaing dan lebih dekat,” tandasnya. (fan).

Bagikan

Subscribe to Our Channel