Keterbatasan SDM Jadi Tantangan DLHK Sukseskan Kegiatan Kampung Iklim di Berau

A-News.id, Tanjung Redeb – Dari target 200 kampung iklim di Provinsi Kalimantan Timur saat ini yang sudah terdaftar secara nasional ada 92 kampung iklim. Itu sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Ence Ahmad Rafiddin Rizal.

Salah satunya Kabupaten Berau yang memiliki 10 kampung iklim. Menanggapi hal tersebut, Sub Koordinator Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Sri Utami menuturkan, 10 kampung itu tersebar di beberapa kecamatan.

Yakni, Kampung Kasai dan Teluk Semanting di Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Batu-Batu dan Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur, Kampung Pesayan dan Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung, Kampung Buyung Buyung Kecamatan Tabalar, Tumbit Melayu di Kecamatan Teluk Bayur, Kampung Long Ayan Kecamatan Segah dan Kampung Long Lanuk Kecamatan Sambaliung.

Ada beberapa indikator 10 kampung tersebut dinobatkan menjadi kampung iklim, seperti perlindungan dan pengelolaan mata air, penghematan penggunaan air, penyediaan sarana dan prasarana pengendalian banjir, sistem pola tanam, sistem irigasi drainase, pertanian terpadu dan lain sebagainya.

Dari beberapa indidkator tersebut pengolahan sampah menjadi tantangan bagi tiap kampung yang terdaftar sebagai kampung iklim tersebut.

“Ini merupakan program yang baru dua tahun terakhir kita lakukan pembinaan ke kampung-kampung dibantu dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO),” tuturnya, Senin (19/12/2022).

Lanjut Sri, dari hasil pemantauan di lapangan oleh DLHK Berau dalam dua tahun tersebut, masih banyak komponen yang belum terlaksana secara maksimal, karena terkendala dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Karena untuk penyuluhan sendiri di DLHK itu masih sangat kurang, jadi mensiasatinya dari kampung 1 sampai 2 orang ada kita rekkrut untuk membantu melakukan pembinaan,” ujarnya.

“Jadi kami beri tugas mengenai penyusunan ataupun pengelolaan unrtuk kegiatan kampung iklim di struktur organisasi kampun tersebut,” tutupnya.

Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh kampung sehingga tidak terhenti sebatas menerima penghargaan kampung iklim. (mik)

Bagikan