ERG Berau Coal digandeng Pramuka Berau Beri Pelatihan Water Rescue

A-News.Id, Tanjung Redeb – Praja Muda Karana sejatinya adalah lembaga pendidikan non formal yang diakui di Republik Indonesia. Gerakan kepanduan ini, dipercaya sebagai wadah untuk membina mental, watak dan kemampuan anak bangsa.

Organisasi Pramuka di Indonesia pun kini memiliki berbagai satuan unit. Salah satunya adalah Pramuka Peduli.

Pramuka Peduli sendiri, kerap bekerja untuk kemanusiaan. Dimana, kehadiran Pramuka Peduli menjadi dukungan penuh terhadap tim rescue yang kerap berjibaku menghadapi tantangan pasca bencana melanda.

Untuk itu, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Berau mencoba untuk menggelar Pelatihan Penyelamatan di Air atau Water Rescue di Kecamatan Bidukbiduk.

Hal itu menjadi salah satu dari program Pramuka Peduli Kwarcab Berau ini telah berlangsung pada 15-17 Desember lalu.

Kegiatan itu digelar dengan kerja sama Tim Rescue ERG PT Berau Coal sebagai pemateri.

Ketua Kwarcab Berau, Syarifatul Syadiah mengatakan peserta yang terlibat dalam pelatihan tersebut yakni dari kuartir ranting mulai dari Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk itu sendiri. Dalam kegiatan tersebut para peserta yang mengikuti pun dinilai begitu antusias.

Apalagi kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia melalui peserta pramuka.

“Dalam hal ini kita memang bekerjasama dengan pihak PT Berau Coal. Atas kerjasama yang baik ini pun ke depan akan kita tindaklanjuti dengan MoU. Agar pelatihan seperti ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Kak Kwarcab Perempuan Pertama di Berau ini, mengaku pelatihan-pelatihan seperti ini juga sangat diperlukan. Tentunya juga disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing kwaran. Karena diketahui bersama juga bahwa rescue air atau penyelamatan di laut ini sangat penting untuk dipahami dan pelajari agar memberi rasa kewaspadaan dan keselamatan bagi orang sekitar.

“Terlebih Bidukbiduk atau wilayah pesisir pantai lainnya bukan tidak mungkin terjadi hal-hal yang sifatnya berpotensi, namun pastinya tidak kita inginkan itu terjadi. Sehingga memang perlu dibekali pelatihan seperti ini. Sehingga harapannya masing-masing peserta yang mengikuti kegiatan ini, betul-betul memahami dan mengerti cara penyelamatan ketika terjadi insiden,” bebernya.

Banyak hal dan pengetahuan yang telah diberikan oleh pemateri dalam pelatihan ini, terlebih oleh tim profesional langsung dari PT Berau Coal. Yang memang sudah berpengalaman banyak di bidang tersebut. Kendati itu, pihaknya pun menyampaikan terima kasih banyak atas dukungan dan bantuan yang diberikan. Sehingga penyelenggaraan pelatihan rescue air di Bidukbiduk berjalan lancar dan sukses.

“Bantuan pelatihan seperti ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya pelatihan penyelamatan kebakaran. Jadi kami mengucapkan terima kasih juga kepada Berau Coal, atas kontribusinya dalam program yang kami jalankan ini,” tuturnya.

“Program-program yang kami canangkan ini pun sebisa mungkin mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di Bumi Batiwakkal. Baik itu terhadap peningkatan SDM hingga melahirkan inovasi-inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Ist

Sementara itu, Manager Tim Emergency Response, Andi Henry Achmad menerangkan adapun tujuan dari pelatihan ini yakni untuk meningkatkan kompetensi kepada anggota perwakilan kwarcab dan kwaran, yang dihadiri dari 5 kwaran (Bidukbiduk, Talisayan, Batu Putih, Tabalar, Biatan) dan 1 kwarcab (Berau) di bidang penyelamatan kecelakaan korban di air.

“Harapan dari kegiatan ini juga untuk membentuk Pramuka siaga yang dapat membantu dan berguna kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Berau, dalam menghadapi situasi gawat darurat,” katanya.

Adapaun materi yang disampaikan dan diberikan kepada 45 peserta yang mengikuti diantaranya tentang medical first responder, risk assessment, water rescue, dan penanganan korban. Dalam pelatihan ini disebutnya untuk mengukur keberhasilan dari masing-masing peserta, kemudian di akhir sesi juga dilakukan simulasi (challenge) kepada masing-masing tim di berikan skenario untuk menyelesaikan kasus yang berkaitan dalam kecelakaan korban di air dan post tes.

“Pelatihan tanggap darurat ini sudah berlangsung kedua kalinya, yang dimana melibatkan anggota Kwarcab Berau dan PT Berau Coal. Bahkan ke depannya bisa terus saling sharing dan transfer knowledge satu sama lain,” ungkapnya. (Adv/Poh)

Bagikan