Follow kami di google berita

Jaringan Jadi PR Jelang Maratua Music Festival

Maratua Musik Festival Tahun 2025.

TANJUNG REDEB – Menjelang pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F), persoalan jaringan internet di kawasan Pulau Maratua kembali menjadi sorotan. Ketersediaan jaringan dinilai masih menjadi tantangan besar, terutama saat lonjakan pengunjung terjadi pada event berskala besar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengakui kualitas jaringan di Maratua hingga kini masih belum stabil meskipun infrastruktur internet sebenarnya sudah tersedia.

Menurutnya, berdasarkan hasil verifikasi lapangan bersama Telkom dan Telkomsel wilayah Kaltim-Tara, pemanfaatan kapasitas internet di Maratua baru terpakai sekitar 76 persen dari total kapasitas yang tersedia.

“Dari hasil verifikasi lapangan, sebenarnya kapasitas internet di Maratua itu masih tersedia. Baru terpakai sekitar 76 persen,” ujarnya saat diwawancara beberapa waktu lalu di kantor Bupati.

Namun, kendala utama bukan hanya pada kapasitas jaringan, melainkan kestabilan sinyal yang sangat dipengaruhi faktor cuaca dan kondisi geografis wilayah kepulauan.

Didi menjelaskan, jaringan internet di Maratua saat ini masih sangat bergantung pada koneksi dari Tanjung Batu.

Ketergantungan ini membuat kualitas sinyal sering mengalami gangguan, terutama saat cuaca buruk.

“Permasalahan utamanya karena faktor cuaca. Maratua ini masih sangat tergantung pada jaringan dari Tanjung Batu,” jelasnya.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi tantangan saat pelaksanaan M2F, mengingat kebutuhan konektivitas digital selama festival dipastikan meningkat tajam, baik untuk kebutuhan komunikasi, transaksi digital, hingga promosi wisata secara real time.

Ia menegaskan, pihaknya terus mendorong penguatan jaringan agar event pariwisata strategis seperti M2F dapat berjalan optimal tanpa kendala konektivitas.(Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel