Jangan Buang Sampah ke Sungai

A-News.id, Tanjung Redeb — Air Sungai Segah lebih keruh dari biasanya. Hal itu tentu berpengaruh pada pembiayaan produksi air baku Perumda Air Minum Batiwakkal.

Direktur Utama Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman menuturkan, kondisi air yang keruh memengaruhi banyaknya penggunaan bahan kimia. Diakuinya, tingkat kekeruhan air meningkat dari biasanya.

“Sebagaimana kami sampaikan, kami telah membangun sistem. Yaitu pengamatan pada air baku. Apalagi di beberapa titik belum otomatis, jadi melihatnya masih secara manual,” ungkapnya kepada Disway Berau, Minggu (28/8).

Lanjut Saipuk, sistem yang dibangun pihaknya, untuk mengetahui tingkat kekeruhan air. Maka dari itu, penggunaan bahan kimia dapat disesuaikan.

“Kalau bahan baku (Air, Red) keruh, maka penggunaan bahan kimia harus bertambah,” terangnya.

Tapi dia mengakui, jika musim hujan, penyedotan air dari sungai tidak terlalu berpengaruh. Dinilainya, yang lebih memengaruhi adalah sampah plastik yang dibuang ke sungai.

“Kami imbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Terutama sampah plastik. Karena itu sangat mengganggu operasional penggunaan listrik,” imbuhnya.

Dia menerangkan, sampah plastik tersebut memengaruhi tekanan listrik menjadi rendah, saat air baku diambik. Maka dari itu, tarikan daya listrik menjadi berat, sehingga biaya pemakaian listrik menjadi mahal.

“Tarif air kita paling rendah se-Kaltim. Kalau dibebankan lagi dengan biaya listrik yang mahal, tentu akan berdampak buruk kepada pengeluaran. Ditambah area penyedotan menjadi terganggu,” pungkasnya.

Bagikan