Interkoneksi Jaringan Listrik Tak Maksimal, Jadi Perhatian Serius DPRD Berau

A-News.Id, Tanjung Redeb – Persoalan belum maksimalnya jaringan interkoneksi Tanjung Selor-Tanjung Redeb menjadi perhatian serius DPRD Berau.

Peristiwa padamnya listrik yang terjadi belum lama ini, menjadi pertanyaan bagi DPRD Berau.

Dimana, harusnya, dengan adanya interkoneksi jaringan listrik dari Tanjung Selor ke Tanjung Redeb mampu mencegah terjadinya pemadaman listrik.

“Harusnya tidak ada lagi terjadi pemadaman,” ujar Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman.

Dirinya mengharapkan, interkoneksi tersebut bisa berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

Terlebih lagi, saat ini hanya 3 MW saja yang baru bisa tersuplai ke Bumi Batiwakkal. Padahal, di informasikan di awal, interkoneksi tersebut mampu membagi energi sebesar 7 MW.

“Pada prinsipnya, kami berharap semua bisa berjalan lancar,” harapnya.

Diakuinya, persoalan yang ada saat ini, harus bisa diselesaikan. Sehingga, persoalan pemadaman listrik nantinya tidak menjadi masalah serius.

“Semoga saja interkoneksi tersebut, nantinya bisa secara maksimal bekerja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, interkoneksi jaringan listrik dari Tanjung Selor ke Berau di kabarkan sudah rampung. Bahkan, beberapa bulan lalu, Bupati Berau sudah meresmikan Gardu Induk (GI) di Kelurahan Gunung Panjang.

Namun, pada nyatanya interkoneksi jaringan listrik yang diharapkan mampu saling mendukung terkait kebutuhan daya listrik tak mampu berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat.

Diketahui, melalui sistem interkoneksi dimana sistem Tanjung Selor dapat mengirim daya hingga 7 MW ke sistem Tanjung Redeb.

Sistem interkoneksi Tanjung Selor – Tanjung Redeb disuplai oleh PLTGU MEK, PLTU SAS, dan PLTMG di Tanjung Selor dengan daya mampu hingga 26 MW. Saat ini, sistem tersebut memiliki cadangan daya hingga 7 MW.

Menurut perwakilan Unit Pelaksana Pembangunan (UPP) Zul, interkoneksi yang dibangun telah rampung.

“Sudah selesai pembangunannya,” ujarnya.

Disinggung soal masih adanya pemadaman listrik di Berau, Zul menyebut bahwa itu harusnya dipertanyakan ke UP3 Berau.

“Itu biar lebih pas dan lengkap bisa dikonfirmasi ke rekan-rekan di unit pengusahaan mas seperti UP3,” katanya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Berau, Denny mengatakan, bahwa interkonesi Tanjung Selor ke Berau sudah berlangsung. Namun, suplai interkoneksi hanya mampu menyalurkan energi listrik sebesar 3 MW.

“Namun gangguan PLTU Lati 2 unit itu 10 MW sehingga terjadi defisit,” terangnya.

Diakuinya, secara teknis interkoneksi belum bisa kirim sampai 7 MW. Hal itu dipengaruhi hal teknis di wilayah Tanjung Selor.

“Karena masih dalam kondisi sinkronisasi antar pembangkit di Tanjung Selor,” tandasnya. (Adv/Poh)

Bagikan