TANJUNG REDEB – Kelanjutan proyek irigasi dan drainase di Kampung Tasuk, Kabupaten Berau, hingga kini masih belum berjalan. Meski sebelumnya telah menyerap anggaran miliaran rupiah, perbaikan jaringan irigasi tersebut belum juga direalisasikan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan proyek irigasi di kawasan tersebut memang dirancang untuk mendukung sekitar 1.000 hektare lahan pertanian dan dikerjakan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir.
“Masih kita masukkan dalam rencana kerja. Di situ ada sekitar seribu hektare lahan. Pembangunannya memang bertahap dari tahun ke tahun, dan mudah-mudahan tahun ini ada kegiatan lanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Namun, hingga saat ini kondisi di lapangan belum mengalami perubahan. DPUPR mengakui belum ada perbaikan yang dilakukan terhadap jaringan irigasi yang sebelumnya dilaporkan tidak berfungsi.
“untuk saat ini Belum ada, karena kita juga kena defisit anggaran,” jelasnya.
Ia menyebut, kelanjutan proyek kemungkinan baru dapat dilakukan pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini, dengan target pelaksanaan sekitar Agustus hingga September.
“Targetnya mungkin di bulan Agustus atau September, kemungkinan masuk di ABT,” katanya.
Hendra juga menegaskan, anggaran sebesar Rp9,2 miliar yang telah digunakan sebelumnya sepenuhnya terserap pada tahap awal pembangunan. Untuk melanjutkan proyek hingga berfungsi optimal, diperlukan alokasi anggaran baru.
“Anggaran yang sebelumnya itu sudah habis. Untuk kelanjutannya tentu pakai anggaran baru lagi,” tegasnya.
Sementara itu, kebutuhan anggaran lanjutan belum dapat dipastikan. Hal ini bergantung pada ketersediaan anggaran daerah serta potensi lahan pertanian yang masih aktif digarap masyarakat.
“Kelanjutannya itu bergantung dari ketersediaan anggaran dan kebutuhan pertanian. Kalau masih ada yang mau bertani dan lahannya ada, kita lanjutkan terus,” pungkasnya. (Man)













