Follow kami di google berita

Dari Tunai ke Digital, Diskoperindag Dampingi Pedagang Berau Bertransformasi

Dari Tunai ke Digital, Diskoperindag Dampingi Pedagang Berau Bertransformasi

‎TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menilai bahwa tantangan terbesar dalam penerapan pembayaran digital di pasar tradisional, kebiasaan lama pedagang yang masih sangat bergantung pada transaksi tunai.

‎Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyebut adaptasi perilaku menjadi pekerjaan utama dalam proses digitalisasi. Masyarakat memang sudah bergerak ke arah transaksi digital, namun sebagian pedagang masih memerlukan waktu untuk memahami manfaat dan cara penggunaannya.

‎“Kecenderungan masyarakat bertransaksi digital ini makin kuat. Pedagang perlu memahami bahwa tanpa adaptasi mereka akan kesulitan mengikuti dinamika pasar yang semakin kompetitif,” jelasnya.

‎Diskoperindag rutin menggelar pendampingan dan pelatihan agar pedagang mampu memahami cara kerja transaksi digital hingga manfaatnya bagi pengelolaan usaha. Selain mempercepat proses jual beli, sistem ini dinilai mampu menghadirkan pencatatan usaha lebih rapi serta membuka peluang pemasaran melalui platform daring.

‎Eva menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin pedagang sekadar ikut-ikutan menggunakan teknologi. Yang terpenting adalah perubahan pola pikir agar digitalisasi benar-benar mendukung perkembangan usaha mereka.

‎“Kami ingin pedagang benar-benar paham manfaatnya, bukan hanya soal pembayaran tetapi bagaimana digitalisasi membuka peluang usaha yang lebih besar,” tuturnya.
‎(Adv/Ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel