Follow kami di google berita

Cegah Korupsi, Pengawasan Internal OPD Ditingkatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat komitmen melawan perilaku koruptif di seluruh lini birokrasi. Pengawasan itu akan dimulai dari internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

Dalam kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang digelar di Hotel Mercure, Sekda Berau Muhammad Said, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi indeks persepsi korupsi Indonesia, yang masih tergolong rendah di tingkat global.

Sekda mengungkapkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 99 dari 180 negara, bahkan posisinya masih di bawah Timor Leste. “Ini adalah kenyataan pahit. Bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana dunia memandang komitmen kita terhadap integritas,” ujarnya, Kamis (4/12).

Said menyoroti fenomena yang dinilainya lebih berbahaya dari sekadar data, yakni budaya terbuka terhadap korupsi. Menurutnya, masyarakat kini seperti sudah terbiasa mendengar kasus korupsi, sehingga kehilangan rasa keterkejutan dan keprihatinan.

“Dulu, orang yang tersangkut kasus korupsi merasa malu saat bertemu masyarakat. Sekarang, banyak yang masih bisa tersenyum, tampil di acara publik, seolah tidak terjadi apa-apa. Ini yang harus kita hentikan,”. tegasnya.

Ia menyebut kondisi ini bisa menjadi pintu masuk kerusakan moral ASN. “Jika budaya memaklumi ini dibiarkan, maka pelanggaran kecil akan dianggap biasa. Padahal itu akar dari perbuatan yang lebih besar,”. tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda mengajak seluruh aparatur sipil negara di Kabupaten Berau untuk tidak terlena dengan budaya pamer harta (flexing) dan gaya hidup berlebihan yang dapat menimbulkan kecurigaan publik. Ia mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh baik kepada masyarakat. “Integritas itu bukan hanya slogan. Ini benteng kita sebagai pelayan publik,”. ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui berbagai perangkat daerah berkomitmen memperkuat pengawasan internal, meningkatkan transparansi, dan mendorong setiap ASN untuk bekerja sesuai aturan. Peringatan HAKORDIA 2025 menjadi pengingat bahwa upaya memerangi korupsi tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi harus dimulai dari kesadaran setiap individu.

“Bersih itu bermula dari diri sendiri. Mari kita hentikan budaya memaklumi pelanggaran, sekecil apa pun,” pungkasnya. (Adv/Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel