SAMBALIUNG – Gelaran pesta adat biasanya terkesan monoton. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh pemerintah Kampung Tumbit Dayak Kecamatan Sambaliung. Pesta adat atau festival budaya tahunan yakni Bekudung Betiung, disajikan dengan apik dan mengikuti zaman yang terus berkembang.
Dikemas secara modern, festival budaya yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak, sukses menyedot perhatian masyarakat setempat hingga pengunjung dan wisatawan.
Dilaksanakan selama sepekan sejak Rabu (24/6/2026) hingga Selasa (30/6/2026) mendatang, festival budaya ini memanjakan mata hingga lidah para pengunjung dan wisatawan.
Puncaknya adalah hari ini, Kamis (25/6/2026) saat prosesi adat Betiung mulai dilakukan, antusiasme pengunjung terlihat jelas. Seolah tak ingin melewatkan satu momen pun, mereka berebut mendekati lokasi acara.
Sajian tarian dan proses adat yang ditampilkan, membuat pengunjung yang datang semakin penasaran. Terlebih, saat proses Panjat Piruai atau panjat pohon untuk mengambil madu dimulai.
Cara memanjat yang cukup unik tanpa pengaman apapun di ketinggian sekitar 3 meter, menjadi pemandangan unik sekaligus mendebarkan bagi para wisatawan.
Barisan tenda UMKM dengan beragam kuliner siap memanjakan lidah wisatawan yang datang. Bahkan, pihak panitia juga menyiapkan booth khusus bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak mengabadikan momen saat mendatangi festival budaya itu. Dan mereka tinggal scan barcode untuk bisa mendapatkan hasil fotonya.
Seiring perkembangan zaman khususnya teknologi, festival budaya pun tak lepas dari hal tersebut. Selain menarik minat wisatawan, ini menunjukkan juga bahwa proses adat pun bisa dikemas lebih menarik dengan perpaduan atau kolaborasi modern.
Selain prosesi adat, festival ini juga diwarnai dengan pawai budaya, lomba tombak, lomba sumpit, lomba perahu dayung, lomba pulas kayu dan lomba Engrang. (Ard)













