TANJUNG REDEB – Di tengah munculnya isu penghentian bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2027, Pemerintah Kabupaten Berau memastikan sejumlah program prioritas tetap berjalan.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, pembangunan daerah tidak akan bergantung pada satu sumber pendanaan, terutama untuk sektor yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Program prioritas tetap jalan. Tidak bergantung pada satu skema anggaran,” tegasnya saat diwawancara beberapa waktu lalu.
Menurut Sri Juniarsih, dua sektor yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah daerah adalah pengembangan RSUD dr. Abdul Rivai serta penguatan sektor pariwisata.
Ia menyebut pembangunan rumah sakit menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
“Rumah sakit tetap jadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan pariwisata sebagai salah satu sektor penopang ekonomi masa depan.
Sri Juniarsih mengatakan pembenahan akses menuju destinasi wisata menjadi perhatian, termasuk peningkatan jalan menuju kawasan wisata unggulan di Berau.
Pembangunan akses tersebut juga telah dibahas bersama pemerintah provinsi sebagai bagian dari dukungan infrastruktur daerah.
“Pariwisata terus kami dorong, termasuk akses jalan menuju lokasi wisata,” katanya.
Ia menilai sektor pariwisata Berau menunjukkan perkembangan positif. Hingga tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan disebut mencapai sekitar 92 ribu orang.
Angka tersebut dinilai menjadi indikator bahwa pariwisata mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Meski ada wacana pencabutan bankeu, Sri Juniarsih optimistis dukungan pembangunan tetap bisa diperoleh melalui koordinasi lintas pemerintah.
Menurutnya, potensi wisata Berau tidak hanya penting bagi daerah, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata Kalimantan Timur.
“Wisata Berau juga membawa nama Kalimantan Timur, jadi tetap perlu didukung bersama,” pungkasnya. (Akm)













