Follow kami di google berita

Keruk Sedimen Jadi Solusi Hilangkan Genangan Air?

TANJUNG REDEB – Genangan air yang sering muncul di sepanjang Jalan Gatot Subroto usai guyuran hujan, selalu menjadi perbincangan masyarakat. Lantas, langkah pengerukan sedimen yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengurangi genangan pasca hujan, apakah efektif?

“Yang kami lakukan sementara ini adalah mengangkat sedimen yang ada di saluran. Ada beberapa titik yang lumpurnya cukup tebal, bahkan sekitar 60 sampai 70 sentimeter. Harapannya minimal bisa mengurangi tinggi genangan ketika hujan,” ujar Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan saat ditemui, Selasa (19/5/2026).

Pengerjaan dilakukan secara bertahap, dengan mengangkat endapan sedimentasi yang menumpuk di dasar saluran. Menurutnya, kondisi drainase di beberapa lokasi mengalami pendangkalan cukup parah dengan ketebalan lumpur yang ada.

Ia menambahkan, persoalan drainase tidak hanya berada di saluran permukaan, namun juga berkaitan dengan kebutuhan normalisasi aliran air menuju Sungai Tarum, sebagai jalur akhir pembuangan. Sayangnya, hingga kini upaya normalisasi sungai tersebut masih terkendala anggaran.

“Untuk saat ini belum ada dukungan anggaran, sementara di sana juga ada banyak bangunan masyarakat sehingga perlu penanganan yang hati-hati,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Berau, Junaidi, menjelaskan pengerukan dilakukan secara manual karena material sedimentasi yang ada, sudah mengeras dan tidak memungkinkan langsung menggunakan kendaraan penyedot lumpur.

“Kalau lumpur yang masih cair memang bisa langsung disedot, tapi kondisi di lapangan banyak sedimentasi yang sudah padat dan menyatu dengan tanah. Jadi harus dicangkul dan disekop lebih dulu sebelum nantinya disedot,” jelasnya.

Menurut Junaidi, kendaraan penyedot lumpur saat ini juga tengah dalam proses perbaikan sehingga belum dapat dimaksimalkan. Meski demikian, pihaknya tetap mengerahkan tenaga lapangan untuk mempercepat pembukaan saluran agar aliran air kembali lancar.

PUPR Berau menargetkan pengerukan awal dapat membuka jalur drainase di kawasan terdampak sedimentasi sebagai langkah jangka pendek, sembari mengevaluasi kebutuhan penanganan lebih besar untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan di wilayah perkotaan. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel