Follow kami di google berita

Tak Ada Charter, Jemaah Haji Berau “Terpaksa” Berangkat Mandiri

TANJUNG REDEB – Skema keberangkatan jemaah haji tahun ini dipastikan kembali menggunakan penerbangan reguler menuju embarkasi, tanpa pesawat charter seperti yang sempat diterapkan pada 2024.

Meski demikian, pelayanan dan pendampingan kepada jemaah dipastikan tetap berjalan optimal tanpa perbedaan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Berau, Hindun, menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah bukan dilakukan secara mandiri tanpa koordinasi, melainkan tetap diatur oleh pihak Kementerian Haji dan Umroh. Perbedaan utama hanya terletak pada penggunaan tiket pesawat reguler, bukan charter.

“Bukan mandiri dilepas begitu saja. Tetap kami koordinir dan urusi semua. Hanya saja tidak menggunakan pesawat charter, melainkan mengikuti jadwal maskapai,” ujar Hindun saat diwawancara, Selasa (5/5/2026).

Ia menegaskan, secara teknis proses keberangkatan tidak mengalami perubahan signifikan. Seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pendampingan jemaah, tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Teknisnya sama saja, hanya kita menyesuaikan waktu penerbangan maskapai. Kalau charter kan bisa diatur sendiri waktunya, sedangkan sekarang kita harus siap lebih awal,” jelasnya.

Hindun juga memastikan bahwa seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan penuh, termasuk saat berada di embarkasi. Bahkan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh tanpa terkecuali.

“Tidak bisa kita lepaskan. Satu orang pun tetap kita dampingi, apalagi ini jumlahnya sekitar 200 jemaah,” tambahnya.

Adapun biaya tiket menuju embarkasi tidak termasuk dalam biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), sehingga menjadi tanggungan masing-masing jemaah. Namun, kebijakan menggunakan penerbangan reguler dinilai lebih efisien dibandingkan charter.

“Kalau charter bisa sampai minimal Rp4 juta per orang. Sekarang dengan tiket reguler, ada yang sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta, jadi lebih hemat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan pesawat charter pada 2024 merupakan kebijakan khusus saat harga tiket melonjak tinggi. Sementara pada tahun ini, harga tiket yang lebih stabil membuat opsi penerbangan reguler kembali dipilih.

“Charter itu hanya sekali di 2024. Sebelumnya dan sekarang kita kembali ke pola biasa karena lebih efisien,” pungkasnya.

Diketahui, keberangkatan jemaah haji dijadwalkan mulai 14 Mei mendatang, dengan seluruh persiapan terus dimatangkan oleh pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses ibadah para jemaah. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel