TANJUNG REDEB – Upaya Berau naik ke level Nindya dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dinilai harus diiringi penguatan perlindungan anak, di tengah masih adanya kasus kekerasan.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengingatkan agar capaian peningkatan status dari Pratama ke Madya tidak membuat semua pihak cepat puas. Menurutnya, peningkatan status harus sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Jangan sampai kita hanya mengejar status. Yang paling penting, anak-anak di Berau benar-benar terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya saat kegiatan Bimbingan Teknis Evaluasi Mandiri KLA 2026, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu indikator penting dalam penilaian KLA adalah kemampuan daerah dalam menekan kasus kekerasan terhadap anak. Karena itu, pemerintah diminta melihat kondisi secara jujur.
“Kalau masih ada kasus, berarti perlindungan kita belum maksimal. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Said juga menekankan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas satu instansi. Perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga keluarga.
Menurutnya, target naik ke tingkat Nindya bukan hanya soal memenuhi indikator penilaian, tetapi memastikan anak-anak benar-benar merasa aman.
“Yang terpenting, perlindungan anak ini bisa dirasakan langsung di lapangan,” tutupnya. (Man)













