Follow kami di google berita

Bahas Isu Penting, RDP “Terpaksa” Ditutup?

‎TANJUNG REDEB – ‎Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan DPRD Berau dengan pihak perusahaan, harus digelar secara tertutup. Hal ini pun menuai perhatian, lantaran berbeda dari RDP biasanya.

‎‎Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada awak media.

‎‎Diketahui, RDP itu membahas sejumlah isu penting, mulai dari ketenagakerjaan, pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM), hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor tambang batu bara tahun 2024–2025.

‎Subroto menjelaskan, keputusan menutup rapat bukan bertujuan membatasi akses informasi, melainkan hasil kesepakatan internal yang terjadi saat forum berlangsung.

‎‎“Bukan untuk menutup-nutupi,” tegasnya, Senin (20/4/2026).

‎‎Ia menegaskan, DPRD Berau selama ini berkomitmen menjalankan prinsip keterbukaan dalam setiap agenda rapat. Namun, dinamika yang terjadi saat pembahasan membuat forum tersebut untuk sementara digelar secara tertutup.

‎‎“Tidak ada yang kami sembunyikan,” ujarnya.

‎‎Atas situasi tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers yang tidak dapat mengikuti jalannya rapat secara langsung.

‎‎“Kami mohon maaf,” katanya singkat.

‎‎Subroto memastikan, ke depan pelaksanaan rapat akan kembali dilakukan secara terbuka seperti biasanya, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi publik.

‎‎“Ke depan kembali terbuka,” pungkasnya.(Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel