TANJUNG REDEB – Peluang usaha baru di sektor perikanan mulai dibuka. Salah satunya yakni melalui persiapan program budidaya Bioflok 2026. Program Bioflok merupakan salah satu upaya pemerintah daerah, dalam mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produksi perikanan berbasis komoditas unggulan lokal.
Bioflok merupakan metode budidaya ikan dengan memanfaatkan kumpulan mikroorganisme (flok) di dalam air sebagai pakan alami. Sistem ini memungkinkan padat tebar ikan lebih tinggi dengan penggunaan air yang lebih efisien, sehingga cocok dikembangkan di lahan terbatas dan mampu menekan biaya produksi.
Salah satu penerima bantuan dalam program ini adalah Koperasi Merah Putih Kampung Labanan Jaya. Saat ini, Dinas Perikanan Berau juga sudah mulai melakukan verifikasi terhadap calon penerima bantuan.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan kelembagaan, administrasi, serta kondisi teknis sebelum program dijalankan. Selain itu, kesiapan kelompok atau koperasi dalam mengelola bantuan secara berkelanjutan juga menjadi fokus utama dalam proses verifikasi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Madjid, menyampaikan bahwa tahapan verifikasi menjadi kunci agar program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Verifikasi ini kami lakukan untuk memastikan calon penerima benar-benar siap, baik dari sisi kelembagaan maupun teknis. Harapannya, program bioflok Tahun Anggaran 2026 dapat meningkatkan produksi perikanan sekaligus mendukung swasembada pangan di daerah,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, program bioflok tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga ingin memastikan pengelolaannya berjalan optimal. Dengan begitu, produksi ikan bisa meningkat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru,” tambahnya.
Koperasi Merah Putih Kampung Labanan Jaya dinilai memiliki komitmen dalam pengembangan usaha budidaya berbasis bioflok. Jika memenuhi seluruh kriteria, koperasi tersebut berpeluang menjadi percontohan bagi kelompok lain di Kabupaten Berau.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap peningkatan produksi perikanan dapat berjalan seiring dengan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau. (Man)













