TANJUNG REDEB – Angka capaian penanganan stunting di tingkat kecamatan menjadi perhatian utama dalam Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Berau Tahun 2026. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa seluruh kecamatan di Berau telah mencatat progres di atas 50 persen, meski masih terdapat disparitas capaian antarwilayah.
Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan indikator positif dari upaya kolektif pemerintah daerah hingga tingkat kampung. Namun demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut tetap harus ditingkatkan agar penanganan stunting lebih merata dan optimal.
“Dari 13 kecamatan yang telah menginput data, seluruhnya sudah berada di atas 50 persen. Ini patut kita syukuri, tetapi juga harus terus kita dorong agar capaian ini semakin maksimal,” ujar Gamalis dalam sambutannya, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan, beberapa kecamatan mencatat progres tertinggi, seperti Gunung Tabur dengan capaian 89 persen, disusul Pulau Derawan 88 persen, serta Talisayan sebesar 83 persen. Sementara itu, Tanjung Redeb dan Biduk-Biduk berada di angka 81 persen.
Di sisi lain, sejumlah kecamatan masih berada pada kisaran 60 hingga 70 persen, di antaranya Sambaliung 76 persen, Teluk Bayur 75 persen, Segah 69 persen, serta Tabalar, Maratua, Kelay, Batu Putih, hingga Biatan yang berada di angka sekitar 63 persen.
Gamalis menilai, perbedaan capaian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat intervensi di wilayah yang masih relatif rendah. Ia menekankan perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis data dalam setiap program penanganan stunting.
“Ini menunjukkan bahwa kerja kita sudah berjalan, tetapi belum merata. Maka dari itu, kita harus memperkuat koordinasi dan memastikan intervensi dilakukan secara tepat sasaran di setiap kecamatan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kinerja penanganan stunting Kabupaten Berau menunjukkan tren positif. Bahkan, pada tahun 2025 Berau berhasil menembus posisi tiga besar dalam penilaian kinerja penanganan stunting di tingkat daerah.
“Alhamdulillah, Berau saat ini sudah berada di posisi tiga besar. Ini tentu menjadi capaian yang patut kita apresiasi, namun juga menjadi tantangan agar kita bisa mempertahankan bahkan meningkatkan posisi tersebut,” ungkapnya.
Capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antarlintas sektor, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, hingga kampung dan berbagai elemen masyarakat. (Ta)













