Follow kami di google berita

Sepi Penumpang, Wings Air Berau – Maratua Terhenti

TANJUNG REDEB – Sempat menjelajah rute Berau-Maratua dan sebaliknya, maskapai Wings Air akhirnya memutuskan pamit. Tak sampai sebulan, operasional salah satu pesawat komersil via Bandara Kalimarau itu terhenti.

Memulai penerbangannya pada pertengahan Januari 2026 lalu, Wings Air sempat melakukan penerbangan sebanyak empat kali sebelum berhenti.

Minimnya jumlah penumpang membuat layanan penerbangan menuju destinasi wisata unggulan itu tak mampu bersaing dengan peminat pesawat perintis Smart Aviation.

Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Kalimarau, Patah Atabri, ketika dikonfirmasi mengatakan rute tersebut sebelumnya dibuka untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata kepulauan di Kabupaten Berau, khususnya Pulau Maratua dan Derawan.

“Memang sempat terbang, tapi cuma sekitar empat kali saja. Penumpangnya sangat sedikit, bahkan pernah hanya sembilan orang,” terangnya.

Sebelumnya, Wings Air merencanakan penerbangan pulang-pergi Berau–Maratua menggunakan pesawat ATR-72 berkapasitas 72 penumpang. Rute tersebut dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

Menurut Patah, salah satu faktor utama yang mempengaruhi rendahnya minat penumpang adalah harga tiket pesawat yang relatif tinggi. Saat mulai dipasarkan melalui platform perjalanan daring seperti Traveloka dan BookCabin, tarif tiket rute Berau–Maratua tercatat berada di kisaran Rp900.000 per penumpang.

“Kalau orang ke Maratua kebanyakan untuk liburan. Dengan harga tiket sekitar Rp900 ribuan dan bagasi juga berbayar, masyarakat lebih memilih naik speedboat yang tarifnya sekitar Rp300 ribuan sekali jalan. Akhirnya peminatnya sepi,” bebernya.

Akibat rendahnya tingkat keterisian penumpang, operasional penerbangan komersial tersebut akhirnya tidak dilanjutkan. Menurutnya, penerbangan komersial membutuhkan jumlah penumpang yang cukup agar tetap ekonomis bagi maskapai.

“Kalau penumpangnya mungkin 20 sampai 30 orang masih bisa jalan. Tapi kemarin hanya sembilan orang, tentu maskapai rugi,” tambahnya.

Meski demikian, akses udara menuju Maratua masih tetap tersedia melalui penerbangan perintis Smart Avation yang disubsidi pemerintah. Tarif tiket untuk layanan ini berkisar antara Rp300.000 hingga Rp400.000 per penumpang, meski frekuensinya terbatas.

“Pesawat perintis masih ada, tapi memang hanya terbang seminggu sekali, biasanya pada hari Senin,” tutupnya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel