TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Kabupaten Berau menggelar operasi pasar ikan murah sebagai langkah strategis menekan lonjakan harga bahan pangan, khususnya ikan, menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan para pelaku usaha perikanan untuk menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Sebanyak kurang lebih 5 ton ikan disiapkan dalam operasi pasar tersebut, terdiri dari berbagai jenis ikan yang menjadi konsumsi utama warga. Ikan-ikan tersebut didatangkan langsung dari nelayan, sehingga harga yang ditawarkan bisa lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
“Ini bentuk upaya kami mengantisipasi inflasi menjelang Lebaran. Ikan yang dijual berasal langsung dari nelayan, jadi harganya bisa lebih terjangkau,” ujar Kepala UPT TPI Sambaliung, Fredrik Sibulo saat di wawancara, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, selisih harga yang diberikan kepada masyarakat cukup signifikan. Jika di pasar harga ikan bisa mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram, dalam operasi pasar ini harga dapat lebih murah hingga Rp5 ribu.
Beberapa jenis ikan yang dijual antara lain ikan layang, dan kembung. Ikan layang sendiri menjadi perhatian utama karena kerap menjadi komoditas yang memicu kenaikan harga di sektor perikanan.
“Ikan layang ini sering mengalami kenaikan harga di pasar. Makanya kami fokuskan juga penyediaannya agar masyarakat tetap bisa membeli dengan harga wajar,” jelasnya.
Melalui operasi pasar ini, Pemerintah melalui Dinas Perikanan tidak hanya berupaya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mencoba memangkas rantai distribusi yang selama ini membuat harga ikan meningkat di tingkat konsumen.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala. Namun, pelaksanaannya akan diatur agar tidak mengganggu mekanisme pasar yang sudah berjalan.
“Kami rencanakan kegiatan ini dilakukan rutin, kemungkinan sebulan sekali. Tujuannya agar stabilitas harga tetap terjaga tanpa merusak sistem pasar yang ada,” pungkasnya. (Ta)













