Follow kami di google berita

Pencairan Beres, Irigasi Tak Becus: Petani Keluhkan Proyek Irigasi Tasuk Mangkrak

GUNUNG TABUR – Polemik proyek pengerjaan irigasi dan normalisasi di Kampung Tasuk dengan anggaran Rp9,2 miliar, belum usai. Usai menjadi pertanyaan di masyarakat khususnya para petani, kini Kepala Kampung pun tak lolos dari pertanyaan itu.

Kepala Kampung Tasuk, Dahroni ketika dikonfirmasi tentang proyek ini justru mengaku tidak mengetahui apa pun dan memilih bungkam. Hal ini lantas memunculkan pertanyaan serius soal transparansi dan pengawasan proyek publik tersebut.

Dahroni saat dikonfirmasi menyatakan dirinya tidak mengetahui detil proyek pembangunan saluran irigasi, dan normalisasi kawasan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau. Dengan alasan itu, ia menolak memberikan keterangan lebih lanjut.

“Saya tidak tahu apa-apa soal proyek itu, jadi saya tidak mau bicara,” ujarnya singkat ketika ditemui Sabtu (28/2/2026).

Sikap tersebut menjadi tanda tanya besar karena muncul di tengah keluhan kelompok tani Kampung Tasuk, yang menilai proyek irigasi yang dibiayai melalui APBD Perubahan 2025 itu tidak memberikan dampak nyata di lapangan. Para petani mengaku hingga kini saluran irigasi belum berfungsi, bahkan hasil pekerjaan dinilai tidak sesuai dengan perencanaan yang tercantum di papan proyek.

Terpisah, Mahmud, salah satu petani yang lahannya masuk dalam proyek itu, menjelaskan jika proyek ini juga sudah diungkapkan dalam gelaran Musrenbang tingkat Kecamatan Gunung Tabur beberapa waktu lalu. Namun sampai saat ini tak ada respon langkah nyata yang diambil.

“Untuk total luasan lahan milik kelompok tani kami sekitar 26 hektare, itu untuk 13 petani yang masuk dalam area ini. Yang kita pertanyakan kapan mau dilanjutkan proyek ini, karena katanya gorong-gorong masih dalam proses cetak. Sedangkan kita butuh saluran irigasi ini untuk aktivitas pertanian,” ungkap Mahmud yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani.

Sebelumnya, DPUPR Berau melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) menyatakan proyek tersebut telah selesai dikerjakan dan dibayarkan 100 persen. DPUPR menegaskan persoalan yang terjadi bukan karena proyek mangkrak, melainkan karena jaringan irigasi belum menjangkau seluruh lahan pertanian warga, dan untuk gorong-gorong irigasi masih dalam proses pembuatan.

Namun, enggannya Kepala Kampung Tasuk memberikan penjelasan menambah tanda tanya di tengah polemik proyek tersebut. Pemerintah kampung dinilai sebagai pihak terdekat dengan warga dan seharusnya mengetahui kondisi riil di lapangan, terutama dampak proyek terhadap petani. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel