KELAY – Isu perlindungan lingkungan menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kelay tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmen menjaga kawasan hutan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di wilayah pedalaman.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga hutan selama ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program dana karbon yang kini dirasakan oleh seluruh kampung di Kabupaten Berau, termasuk di Kecamatan Kelay.
“Dana karbon ini bisa dinikmati karena kita menjaga hutan. Jangan sampai dirusak oleh aktivitas yang merugikan lingkungan,” ujar Sri Juniarsih dalam arahannya.
Ia secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik pertambangan ilegal, baik penambangan emas tanpa izin maupun aktivitas lain yang berpotensi merusak lingkungan dan daerah aliran sungai.
Menurut Sri, kerusakan lingkungan di wilayah hulu seperti Kelay akan berdampak langsung pada wilayah hilir. Risiko banjir, kerusakan ekosistem, hingga terganggunya sumber kehidupan masyarakat menjadi ancaman nyata jika hutan tidak dijaga.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah kampung dan kecamatan untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sebagai aset jangka panjang daerah.
Pemerintah daerah berharap, komitmen perlindungan hutan yang konsisten dapat menjaga keberlanjutan dana karbon sekaligus memastikan pembangunan di Kecamatan Kelay berjalan tanpa mengorbankan lingkungan. (Man)













