Follow kami di google berita

Sektor Pertanian dan Peternakan di Biatan Tetap Jadi Prioritas

BIATAN – Sebanyak 184 usulan pembangunan mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Biatan. Persoalan penyelesaian tapal batas wilayah hingga kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan wilayah tersebut.

Camat Biatan Aidil Fitri mengatakan Musrenbang merupakan forum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat agar sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau. Salah satu isu krusial yang disampaikan adalah persoalan tapal batas, baik antar kampung di Kecamatan Biatan maupun batas wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur.

“Masalah tapal batas ini perlu segera diselesaikan karena berdampak pada administrasi dan pelaksanaan pembangunan kampung,” ujarnya saat Musrenbang Kecamatan Biatan yang digelar di Pendopo Kecamatan, Rabu (4/2/2026).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan Kecamatan Biatan memiliki potensi besar yang harus dikelola secara optimal. Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah memastikan pembangunan fisik tetap berjalan, khususnya untuk mendukung konektivitas dan perekonomian masyarakat.

Sejumlah program prioritas tetap dilanjutkan, antara lain peningkatan jalan menuju kawasan wisata Kampung Karangan, peningkatan jalan usaha tani, pembangunan SPAM Lempake, drainase Kampung Manunggal Jaya, serta bantuan pupuk, benih jagung, dan ternak untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui pembangunan Rumah Dinas Guru (RDG), rehabilitasi ruang kelas, serta program pemberdayaan dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Terkait tapal batas kampung, Bupati mengakui hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera dituntaskan agar tidak lagi menghambat administrasi dan pembangunan.

“Kalau lahan sudah memiliki SK, saya harap tidak ada lagi yang dipersoalkan sehingga semuanya bisa selesai,” tegasnya.

Bupati juga mendorong agar potensi kampung di Kecamatan Biatan dapat dimaksimalkan, khususnya di sektor pariwisata. Salah satu yang menjadi perhatian adalah
pengembangan Wisata Air Panas Pemapak.

“Pariwisata menjadi bagian dari transisi ekonomi. Ini harus didukung dengan pengelolaan yang baik,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pengembangan pariwisata juga dibarengi dengan pengelolaan lingkungan, terutama persoalan sampah.

“Pengelolaan sampah yang baik bisa bernilai ekonomi. Sapta pesona identik dengan kebersihan,” pungkasnya.

Adapun rincian usulan Musrenbang Kecamatan Biatan berasal dari delapan kampung, yakni Kampung Biatan Bapinang (23 usulan), Biatan Baru (21), Bukit Makmur Jaya (25), Manunggal Jaya (9), Biatan Lempake (28), Biatan Ulu (28), Karangan (43), dan Biatan Ilir (7). (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel