Follow kami di google berita

Penyewaan Sarpras Hingga Jasa Antar Pemancing Jadi Sumber PAD TPI Tanjung Batu

TANJUNG REDEB – Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tanjung Batu, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, tercatat sudah menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski operasionalnya belum berjalan secara maksimal. PAD tersebut diperoleh dari pemanfaatan sejumlah sarana dan jasa yang saat ini sudah tersedia di kawasan TPI.

Plt Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengatakan PAD TPI Tanjung Batu mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025. Sumbernya berasal dari penyewaan cool box, basket, motor roda tiga, hingga penyewaan tempat untuk kegiatan bongkar muat ikan oleh nelayan.

“PAD kita peroleh dari penyewaan kolbuk, basket, motor roda tiga, serta tempat bongkar muat. Sudah ada satu penyewa dari Balikpapan yang memanfaatkan lokasi untuk pengumpulan ikan,” ujarnya saat ditemui Jum’at (30/1/2026).

Ia menyebutkan, meski fasilitas belum lengkap, aktivitas di sekitar kawasan TPI sudah mulai berjalan. Bahkan, sejumlah kios di area TPI Tanjung Batu juga sudah disewakan.

“Kemarin sudah ada penyewaan kios, walaupun fasilitasnya memang belum lengkap,” ujarnya.

Selain itu, PAD juga berasal dari jasa antar menggunakan motor roda tiga bagi mereka yang membutuhkan Jasa pengantaran. Karena setiap akhir pekan dan hari libur, kawasan Tanjung Batu ramai dikunjungi pemancing dari Bulungan dan Tarakan yang hendak ke Pulau Derawan. Kendaraan mereka diparkir di area TPI, lalu diantar ke ujung pelabuhan dengan tarif Rp10.000 per sekali antar.

“Setiap kami antar bayar Rp10.000 dan itu masuk PAD. Jarak dari TPI ke ujung pelabuhan sekitar 600 sampai 700 meter, jadi mereka minta difasilitasi,” jelasnya.

Meski sudah menghasilkan PAD, Frederik mengakui operasional TPI Tanjung Batu belum berjalan optimal karena keterbatasan fasilitas utama. Saat ini, TPI belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBN), pabrik es, maupun cold storage, sehingga aktivitas pendaratan dan distribusi ikan masih terbatas.

“Kendalanya kita belum punya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, dan cold storage. Jadi sementara ini kita maksimalkan dulu sarana yang ada,” katanya.

Terkait kelengkapan fasilitas, Frederik menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan. Pihaknya telah mengusulkan bantuan ke pemerintah provinsi melalui dana bantuan keuangan serta mencoba menggandeng pihak swasta sebagai investor. Namun hingga kini, belum ada realisasi pembangunan fasilitas tersebut.

Frederik juga menegaskan, secara fungsi, fasilitas di Tanjung Batu saat ini merupakan Tempat Pendaratan Ikan (TPI), bukan lagi tempat pelelangan ikan.

“Karena tidak ada aktivitas pelelangan, maka ini hanya sebagai tempat pendaratan ikan,” pungkasnya. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel