TANJUNG REDEB – Angka stunting di Kabupaten Berau masih tergolong tinggi dan bahkan mengalami kenaikan. Hal ini mengharuskan Pemkab Berau mengambil langkah cepat dan tepat untuk menurunkan angka stunting itu.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah memperkuat program pencegahan dan penanganan stunting, khususnya pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. Dimana hal ini juga menjadi salah satu fokus dalam penyusunan RKPD 2027.
“Angka stunting di Berau masih cukup tinggi dan justru mengalami kenaikan. Ini menjadi perhatian bersama dan harus ditangani secara serius,” ujar Kepala Bapelitbang Berau Endah Ernany, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada satu sektor. Diperlukan kerja sama lintas perangkat daerah, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Stunting berkaitan dengan banyak faktor, seperti pola asuh, gizi, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi. Karena itu, intervensinya harus menyeluruh,” tambahnya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga akan terus ditingkatkan agar kesadaran tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak dapat semakin baik.
“Target kami bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi memastikan anak-anak Berau tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang ada, di tahun 2024 prevalensi stunting tercatat sebesar 23,4 persen, meningkat 0,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 23 persen. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah, dan menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. (Man)













