Follow kami di google berita

Plafon GOR Ambrol, Dispora Sebut karena Rembesan Air Hujan

TANJUNG REDEB – Runtuhnya plafon Gedung Olahraga (GOR) Pemuda Tanjung Redeb pada Jumat (12/12) malam menjadi alarm jika kondisi gedung itu cukup membahayakan. Bahkan, salah satu fasilitas umum (fasum) di tengah pusat kota itu, baru direnovasi pada tahun 2024 lalu. Hal ini pun menjadi pertanyaan di masyarakat.

Dihubungi Sabtu (13/12), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Amiruddin mengaku belum melihat langsung kondisi plafon yang Ambrol tersebut. Namun dirinya langsung meminta agar kondisi itu bisa segera dicek dan ditindaklanjuti.

“Sudah langsung saya instruksikan kepada bidangnya untuk mengecek ke lokasi, mengidentifikasi bagian yang ambrol, mencari penyebabnya dan segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarpras Dispora Berau, Beny Hedriyanto ketika dikonfirmasi lebih jauh menyebut jika ambrolnya plafon itu lantaran adanya rembesan air hujan yang membuat plafon tak mampu menampung dan akhirnya ambrol.

“Kami sudah meninjau dengan konsultan dan pengawas dari Dispora juga. Kami sudah melihat keadaan di sana, melihat apa penyebab sampai bisa roboh. Dan untuk plafon yang ambrol itu bukan bagian yang kita renovasi tahun lalu,” katanya.

Dikatakan Beny, plafon yang ambrol adalah bagian pilar sebelah kiri, yang merupakan permasalahan baru. Untuk penyebabnya sendiri adalah karena rembesan air hujan sehingga membuat plafon semakin lama tak mampu menampung.

“Jadi yang barusan roboh itu pilar sebelah kiri karena rembesan air hujan, yang sekarang ini kita tahu curah hujan tinggi. Air hujan yang melewati pipa mengalami penyumbatan. Kejadian ini hampir sama dengan di pilar kanan yang diperbaiki. Ada saluran air yang mengarah ke atas ada banyak ranting-ranting pohon yang menyebabkan sumbatan dan air itu tergenang di atas hingga rembes ke plafon. Jadi bukan masalah atap tapi saluran airnya yang kurang bagus,” bebernya.

Ditanya mengenai kualitas pengerjaan renovasi awal, Beny mengatakan jika saat dilakukan renovasi full sebelumnya dengan total anggaran Rp998 juta itu hanya mencakup lampu, pemasangan dinding dan perbaikan bagian pilar yang mengalami kebocoran rembesan. Dan tidak ada masalah apapun saat dilakukan renovasi sebelumnya.

“Saat renovasi itu sudah diperiksa semua pilarnya dan tidak ada masalah, masih bagus untuk yang bagian kiri. Kalau dari segi pekerjaan dicek konsultan semuanya sesuai. Sedangkan untuk perbaikan pilar sebelah kanan adalah dengan menambahkan penyekat agar air tidak langsung jatuh ke DAK, jadi ada tampungan air hujan,” tambahnya.

Untuk kondisi plafon yang rusak saat ini tengah diidentifikasi penyebabnya, dan akan segera dilakukan koordinasi untuk melakukan perbaikan. Konsultan pun sudah diperintahkan untuk segera merespons, yakni perbaikan di titik utama pilar dan merapikan saluran air agar tidak ada sumbatan. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel