TANJUNG REDEB – Salah satu surga wisata yang tersembunyi di Kampung Teluk Sumbang Kecamatan Biduk Biduk adalah Lamin Guntur Ecolodge. Selain menyuguhkan keindahan pantai pasir putih, keharmonisan dengan adat budaya lokal juga bakal memanjakan wisatawa.
Lebih dari sekadar penginapan, tempat ini adalah gerbang menuju keindahan alam Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Berau, yang kerap terlupakan.
Lamin Guntur Ecolodge hadir bagai angin sejuk bagi para pencinta kedamaian dan keindahan alam. Ia menawarkan panorama pantai dan laut yang tak kalah memesona dengan kemolekan bahari di timur Indonesia.
Ciri khas pantai di kawasan ini adalah keberadaan batu karang besar yang gagah menjorok ke laut. Bongkahan alami ini seolah menjadi penjaga setia garis pantai yang tenang dengan ombaknya berderu lamban.
Di sepanjang bibir pantai, ribuan pohon kelapa berdiri melambai, memberikan keteduhan alami dan menciptakan suasana tropis. Kejernihan air di Lamin Guntur Ecolodge menggoda, seolah memanggil para pengunjung untuk segera menceburkan diri dan merasakan kesegarannya.
Lebih jauh dari deburan ombak, sebuah misteri alam lain menanti untuk dijelajahi, yakni Gua Kelelawar. Tersembunyi di antara rimbunnya pepohonan, gua ini merupakan rumah bagi ribuan kelelawar yang beraktivitas di senja dan pagi hari.
Konon, gua itu dulunya merupakan tempat persembunyian para penyelundup yang membawa barang-barang dari Tawau, Malaysia, menuju Kalimantan Timur melalui jalur laut.
Memasuki gua, terdapat formasi bebatuan alami dan suara khas kepakan sayap ribuan kelelawar. Cahaya matahari yang menembus celah-celah bebatuan menciptakan siluet dramatis, menjadikannya spot fotogenik.
Keindahan gua yang dikelilingi oleh hijaunya pepohonan rindang menawarkan kontras yang menarik dengan birunya laut di kejauhan. Tak heran, tempat ini menjadi salah satu primadona bagi para wisatawan untuk mengabadikan momen kunjungan mereka.
Perjalanan menuju surga bernama Lamin Guntur Ecolodge memang membutuhkan sedikit perjuangan. Desa Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, berjarak cukup jauh dari Tanjung Redeb, Berau. Bahkan dari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, jaraknya mencapai 453 kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar 13 jam perjalanan darat. (Adv/ard)













