TANJUNG REDEB – Salah satu upaya meningkatkan nilai jual produk UMKM Berau adalah dengan hilirisasi produk. Dan ini yang sedang dilakukan oleh Pemkab Berau. Sektor perikanan jadi salah satu sektor yang digenjot.
Dinas Perikanan Berau pun merumuskan beberapa program yang diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah yang saat itu masih menjabat menyebutkan, saat ini sejumlah pelaku usaha lokal sudah mengembangkan beragam produk olahan ikan.
“Hilirisasi sudah dilakukan, seperti pengalengan ikan, frozen food, sampai produk khas seperti amplang, abon, dan bandeng presto,” ujarnya.
Ia merinci, beberapa produk olahan yang berkembang di Berau antara lain bakso, pempek, nugget, otak-otak, dimsum ikan dan udang, surimi, ikan beku, udang beku, ikan kering, teri kering, teripang kering, ebi, terasi, serta pindang ikan.
Dinas Perikanan juga aktif memberikan pelatihan kepada masyarakat dan kelompok usaha. Tidak hanya itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (NGO) dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Kami bekerjasama dengan YKAN untuk pemberdayaan pesisir,” tambahnya.
Selain pemberdayaan, langkah strategis lain yang akan dijalankan adalah kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Rencana ini khususnya difokuskan pada pengembangan produk pengalengan ikan di wilayah Tanjung Batu. Dan kerja sama dengan BPOM mulai dilaksanakan pada perubahan 2025. (Adv/Ard)













