TANJUNG REDEB – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk memastikan aktivitas pertanian di daerah tetap berjalan optimal di tengah tantangan anggaran
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mengajukan program prioritas dan kebutuhan mendesak melalui Bapelitbang untuk diteruskan kepada Kementerian Pertanian.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menyebutkan bahwa salah satu fokus utama adalah keberlanjutan Brigade Pangan, yang membawahi lima kelompok besar di Labanan Jaya, Gunung Tabur, Sambaliung, Semurut, dan Buyung-Buyung.
Kelompok tersebut berperan sebagai motor penggerak peningkatan ketahanan pangan dan membutuhkan pendampingan serta fasilitas yang memadai.
“Kami mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian seperti mesin pengering padi kapasitas 6–10 ton, dryer jagung 10 ton, rice transplanter, alat tanam, hingga combine harvester,” jelas Junaidi.
Selain pengajuan alsintan, DTPHP juga mengusulkan bantuan pupuk, bibit, obat-obatan pertanian, serta benih padi dan jagung sebagai upaya meningkatkan intensitas tanam petani.
“Kami menargetkan petani dapat meningkatkan musim tanam dari sekali menjadi dua bahkan tiga kali setahun, sesuai kondisi lahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu kunci menjaga ketersediaan pangan lokal agar tetap stabil.
“Kita berharap tidak ada program yang terputus, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya. (Adv/Ky).













