Follow kami di google berita

Komitmen Rawat Pesisir, Kampung Buyung-Buyung Dapat Insentif Rp349 Juta

TANJUNG REDEB – Upaya menjaga laut dan mangrove di Berau ternyata tak cuma menyelamatkan alam, tapi juga membawa berkah bagi warga. Kampung Buyung-Buyung resmi menerima insentif Rp349 juta dari Bank Dunia berkat komitmennya merawat kawasan pesisir.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa laut bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan aset alam yang harus dijaga bersama. Ia menilai daerah pesisir Berau menyimpan potensi besar, namun rentan rusak jika kelestariannya tak diperhatikan. Menurutnya, keberadaan mangrove menjadi benteng utama kampung pesisir.

“Mangrove adalah tanaman yang harus kita lestarikan karena menjaga kita dari musibah-musibah yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tanpa mangrove, desa pesisir berada dalam risiko abrasi, gelombang besar, hingga kerusakan ekosistem.

Tak hanya melindungi, mangrove juga punya nilai ekonomi lewat kemampuannya menyerap karbon. Inilah yang membuat kampung-kampung yang rajin merawat mangrove mendapat insentif internasional.

“Kampung yang senantiasa menjaga mangrove dan hutannya mendapatkan dana Rp349 juta dari Bank Dunia,” jelasnya.

Buyung-Buyung menjadi salah satu kampung yang berhasil memanfaatkan peluang ini. Komitmen mereka menjaga kawasan pesisir membuat kampung tersebut masuk daftar penerima insentif. Dana ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus menjaga lingkungan.

Sri Juniarsih berharap keberhasilan Buyung-Buyung dapat menginspirasi kampung-kampung lain di Berau.

“Kalau kita jaga alam, alam juga memberikan kembali kepada kita. Mari terus rawat laut dan mangrove sebagai warisan untuk generasi berikutnya,” pungkasnya. (Adv / Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel