TANJUNG REDEB – Potensi yang ada di kampung menjadi salah satu pendukung perekonomian termasuk di Kabupaten Berau. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau mendorong agar semua kampung yang ada di Kabupaten Berau memiliki produk unggulan masing-masing.
Pasalnya, produk unggulan kampung tersebut dapat menjadi oleh-oleh untuk mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menyampaikan, hal yang harus diperhatikan dalam produk unggulan kampung yaitu terkait legalitas berupa Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), BPOM, dan sertifikat halal.
“Itu semua harus terpenuhi. Kita juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan dan Diskoperindag Berau. Jadi nanti harapan kita produk unggulan itu bisa dipasarkan secara luas,” jelasnya.
Dikatakannya, perbankan juga melakukan pendampingan. Ia berharap semua produk unggulan kampung ini dapat mudah diperoleh sehingga menjadi pendukung pariwisata. Bahkan beberapa produk juga ada yang dipasarkan di Rumah Kemas.
“Kita harus dorong itu dengan kemasan yang baik, tapi jangan juga terlalu mahal,” bebernya.
Tenteram menjelaskan, produk unggulan kampung bukan hanya berupa makanan, tetapi juga kerajinan batik, tenun, dan kerajinan lainnya. Seperti Kampung Dumaring memiliki produk gula merah, Kayu Indah produk pupuk cair, dan di Labanan ada produk batik.
Setiap kampung di Berau memiliki potensi yang berbeda-beda. Usaha kampung ini yang akan didorong untuk terus dikembangkan sehingga meningkatkan perekonomian di masing-masing kampung. Kalau produk unggulan daerah Kabupaten Berau yaitu kakao, kelapa dalam dan jagung.
“Pemasarannya bisa lebih luas melalui pemasaran online. Kita juga dorong agar produk tersebut bisa masuk e-Katalog yang memenuhi syarat dan harga bisa bersaing,” tutupnya. (Adv/Ard)













