SAMARINDA – Panen kelengkeng di kawasan Ambarawang Laut, Kecamatan Samboja Barat, menjadi sorotan setelah hasil produksi dari pola pekarangan terbukti memberikan nilai ekonomis yang menjanjikan bagi warga. Program penanaman kelengkeng ini ternyata sudah berjalan sejak sebelum terbentuknya HKTI, tetapi panen kali ini menjadi momentum pertama yang dihadiri sekaligus dipantau langsung oleh perwakilan petani setempat.
Menurut penjelasan dari Ketua DPD HKTI Kaltim H. Rusianto, panen kali ini berasal dari pola tanam di pekarangan rumah warga. Setiap pekarangan rata-rata memiliki tiga pohon kelengkeng yang ditanam secara mandiri.
“Satu pohon bisa menghasilkan sekitar 50 sampai 80 bahkan 100 kilogram,” ujarnya.
Dengan harga jual mencapai Rp50 ribu per kilogram, panen kelengkeng tersebut dinilai memberikan pemasukan tambahan yang cukup signifikan bagi warga. Apalagi, permintaan pasar terhadap kelengkeng lokal masih sangat baik.
“Kalau untuk panen kelengkeng tidak ada masalah, pasarnya bagus,” jelasnya.
Lahan tanaman kelengkeng yang dipanen kali ini berada di wilayah Ambarawang Laut, Samboja Barat. Sistem pekarangan dinilai efektif karena tidak membutuhkan lahan luas dan mudah dirawat oleh masyarakat setempat.
H. Rusianto juga menegaskan bahwa kelengkeng menjadi salah satu tanaman buah yang sudah terbukti berhasil di daerah tersebut. Karena itu, pihaknya mendorong warga agar terus mengembangkan tanaman ini sebagai salah satu sumber ekonomis keluarga.
“Yang sudah berjalan itu kelengkeng. Kita memberi motivasi agar dikembangkan,” tambahnya.
Ia berharap panen ini bisa menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan pekarangan rumah untuk meningkatkan pendapatan warga secara berkelanjutan.
“Tugas kita bagaimana kita kombinasikan dengan petani untuk meningkatkan ekonomis berkelanjutan,” tutupnya.(Man)













