Follow kami di google berita

Fluktuasi Harga Bukan Halangan, Pemkab Berau Siapkan 4 Hektare agar Petani Kakao Tetap Unggul

TANJUNG REDEB – Di balik manisnya aroma cokelat Berau, tersimpan tantangan yang tidak mudah. Fluktuasi harga dan kondisi alam menjadi faktor utama yang menghambat investasi di sektor kakao.

‎‎Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini menyampaikan minat investor untuk menanamkan modal sebenarnya cukup banyak. Namun, sebagian besar mundur di tengah jalan setelah melihat kondisi lapangan.

‎“Investasi kakao itu tidak seperti sawit. Banyak tantangan, dari hama, perawatan rumit, sampai ancaman banjir. Begitu tahu lokasi kita sering banjir, investor langsung mundur,” ujarnya.

‎Selain itu, harga kakao yang fluktuatif juga membuat petani was-was. Saat harga tinggi sempat menyentuh Rp120 ribu per kilogram, kini berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp100 ribu.

‎“Kalau harga turun, petani bisa beralih ke komoditas lain seperti sawit. Ini yang terus kita jaga agar mereka tetap bertahan,” ujarnya.

‎Meski begitu, pemerintah optimis sektor ini akan terus berkembang. Bupati Berau bahkan berencana membuka kebun percontohan kakao seluas 4 hektare di wilayah Batu-Batu untuk memotivasi petani. (Adv/ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel