TANJUNG REDEB – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, Pemkab Berau menegaskan pentingnya penguatan resiliensi pengasuhan anak terhadap orang tua. Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Warji pada Seminar “Resiliensi Pengasuhan Berbasis Hak Anak sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan”, Rabu, (26/11).
Ia menjelaskan bahwa resiliensi dalam pengasuhan berarti kemampuan orang tua untuk tetap tenang, stabil, dan mampu mengambil keputusan yang sehat meski berada dalam tekanan.
“Resiliensi itu kemampuan bangkit saat menghadapi stres pengasuhan. Orang tua yang resilien lebih mampu menghindari tindakan yang berpotensi menjadi kekerasan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan resiliensi pengasuhan menjadi kunci untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun emosional. Menurutnya, banyak kasus terjadi bukan semata karena niat, tetapi karena orang tua tidak mampu mengelola tekanan dalam pengasuhan.
“Banyak kekerasan terjadi bukan karena orang tua ingin melukai, tetapi karena mereka tidak siap secara emosional. Resiliensi itu benteng pertama,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pola asuh berbasis hak anak harus menjadi fondasi utama dalam keluarga. Menurutnya, setiap anak berhak mendapat perlindungan, kasih sayang, dan ruang berkembang tanpa rasa takut.
“Rumah harus menjadi tempat paling aman bagi anak, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan modern, mulai dari tekanan ekonomi, minimnya pengetahuan, hingga pengaruh teknologi yang cepat. Kondisi tersebut dapat memicu stres pengasuhan jika tidak ditangani dengan kemampuan resiliensi yang baik.
“Tekanan dalam pengasuhan itu nyata. Karena itu orang tua perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan menghadapi situasi sulit,” ujarnya.
Dengan hal itu, ia berharap seminar ini dapat membuka wawasan orang tua dan memicu penguatan pola asuh yang lebih adaptif di era digital dan juga dapat memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.
“Kita ingin anak-anak Berau tumbuh di lingkungan yang aman, penuh kasih, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tutupnya. (Man)













