TANJUNG REDEB – Ekosistem mangrove di Kampung Tanjung Batu masih sangat terjaga dan dapat memberikan manfaat serta berfungsi sebagai pelindung dari hempasan ombak dan abrasi pantai. Namun, siapa sangka jika biji Mangrove juga bisa diolah menjadi campuran bahan kopi?
Potensi ini dilirik oleh ibu-ibu kader PKK dan kelompok pengolah Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Kampung Tanjung Batu. Dengan adanya pelatihan pengolahan buah mangrove pada tahun 2024 lalu, kini muncul produk kopi mangrove.
Adanya sentuhan buah mangrove dalam kopi itu, memberikan cita rasa perpaduan unik, rasa kopi yang khas. Biasanya, buah mangrove ini dipadukan dengan biji kopi robusta dengan olahan buah mangrove jenis Rhizophora mucronata.
Untuk proses pembuatan kopi mangrove memerlukan beberapa tahapan untuk menghilangkan getah dan mengolah buahnya menjadi bubuk. Sedangkan untuk masa panen dilakukan saat buah mangrove telah matang dari pohonnya.
Proses pemisahan dari kulit adalah dengan cara direndam. Buah mangrove dipotong dan direndam dalam air selama beberapa hari hingga getahnya hilang. Air rendaman diganti secara berkala.
Pengeringan Irisan buah mangrove yang sudah direndam dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.
Proses selanjutnya adalah irisan buah yang sudah kering disangrai hingga matang dan berwarna kecokelatan. Kemudian hasil sangrai ditumbuk hingga halus menjadi bubuk, dicampurkan dengan bubuk biji kopi pilihan.
Selain cita rasanya yang khas, kopi mangrove juga memiliki beberapa manfaat yang dipercaya oleh masyarakat diantaranya meningkatkan stamina dan vitalitas, menjaga daya tahan atau imunitas tubuh, membantu menghangatkan tubuh, menyeimbangkan hormon dalam tubuh dan diyakini dapat mengatasi ejakulasi dini pada pria. (Adv/Ard)













