Follow kami di google berita

Jamin Keselamatan dan Ekosistem, Disbudpar Berau Wajibkan Destinasi Wisata Punya SOP Resmi

Jamin Keselamatan dan Ekosistem, Disbudpar Berau Wajibkan Destinasi Wisata Punya SOP Resmi

Tanjung Redeb – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menyoroti pentingnya kepemilikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku di setiap destinasi wisata.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Nasir, menegaskan bahwa SOP bukan hanya sekadar dokumen formalitas, tetapi merupakan kebutuhan mendasar untuk menjamin keselamatan wisatawan dan kelestarian ekosistem di lokasi wisata.

Penekanan ini disampaikan Ilyas Nasir mengingat tingginya potensi risiko, baik yang menyangkut keselamatan pengunjung maupun dampak negatif terhadap lingkungan alam di destinasi, khususnya yang berbasis alam dan bahari di Bumi Batiwakkal.

SOP, menurutnya, menjadi panduan baku yang dapat meminimalisir terjadinya persoalan, bahkan bencana, di kemudian hari.

“Kami sangat mendorong, bahkan mewajibkan, agar setiap destinasi wisata, terutama yang dikelola oleh Pokdarwis atau pihak swasta, memiliki SOP yang jelas dan tertulis,” ujar Ilyas Nasir.

Ilyas Nasir menjelaskan bahwa SOP yang baik harus mencakup berbagai aspek. Mulai dari prosedur pelayanan wisatawan, tata cara penggunaan fasilitas, hingga yang paling krusial, yaitu prosedur tanggap darurat (darurat medis, evakuasi bencana, atau insiden di air).

Selain aspek pelayanan dan keselamatan manusia, SOP juga harus memuat petunjuk ketat terkait perlindungan ekosistem. Ini penting mengingat Berau memiliki destinasi alam sensitif seperti kawasan konservasi laut dan hutan mangrove.

Lanjutnya, tanpa SOP yang mengatur batasan interaksi wisatawan dengan lingkungan, potensi kerusakan ekologi akan sangat tinggi.

“Destinasi wisata itu harus memiliki SOP yang jelas. Hal itu dirasa perlu guna meminimalisir terjadinya persoalan di kemudian hari. Terlebih, ini sangat vital untuk menjaga wisatawan dan ekosistem yang ada di destinasi wisata itu sendiri. SOP harus mengatur bagaimana pengunjung berinteraksi, kapan batas waktu kunjungan, hingga langkah-langkah penanganan saat terjadi kecelakaan,” tegas Ilyas Nasir.

Disbudpar Berau, kini tengah gencar melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pengelola wisata, khususnya Pokdarwis, dalam menyusun SOP yang spesifik sesuai karakteristik destinasi masing-masing.

Ilyas Nasir menambahkan bahwa SOP tidak akan berarti tanpa adanya edukasi yang konsisten kepada para petugas dan wisatawan. Petugas harus sigap dan paham betul setiap poin dalam SOP, sementara wisatawan harus diberi informasi yang mudah dicerna mengenai peraturan keselamatan dan konservasi segera setelah memasuki lokasi wisata.

“SOP ini bukan hanya di atas kertas, tapi harus dilaksanakan dan disosialisasikan. Dengan adanya SOP, kita dapat memastikan bahwa kegiatan pariwisata di Berau berjalan secara aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/sal)

Bagikan

Subscribe to Our Channel