TANJUNG REDEB – Meskipun tahun 2025 sudah hampir di ujung tanduk, namun hingga kini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, belum menunjukkan progress yang signifikan.
“Kalau dibilang tidak ada progress sih tidak juga ya. Karena semuanya berdasarkan anggaran. Tapi dengan tidak adanya dana hibah, operasional KONI juga terhambat,” terang Ketua KONI Berau, Taupan Madjid ketika dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, beberapa staff KONI sampai saat ini harus bersabar lantaran anggaran untuk pembayaran gaji mereka belum ada.
“Itu berbeda dengan anggaran pembinaan atlet ya. Karena untuk pembinaan anggarannya dititipkan di Dispora,” tambahnya.
Berbeda dengan biaya operasional, untuk anggaran pembinaan atlet cabang olahraga, dilakukan pengajuan terlebih dahulu kemudian diberikan rekomendasi oleh KONI untuk kemudian diteruskan ke Dispora.
“Kita sampaikan rekomendasi itu ke Dispora, nanti Dispora yang melakukan verifikasi. Dengan adanya perubahan pola pembinaan ini, kesulitan kami itu adalah dalam hal gaji karyawan,” bebernya.
Beberapa staff KONI yakni cleaning service, dan juga staff administrasi, merasakan imbasnya yaitu selama 10 bulan belum mendapatkan haknya. Namun mereka tetap menjalankan kewajibannya sembari menunggu kepastian haknya.
“Ini kemarin sempat saya sampaikan ke Bupati juga, dan Bupati menginstruksikan ke dinas terkait tolong dicarikan solusi,” harapnya.
Dikatakan Taupan, sebenarnya untuk kebijakan Bupati terkait anggaran pembinaan atlet ini terserah saja mau taruh di dinasnya. Tapi untuk operasionalnya sendiri, diharapkan bisa juga diberikan secara terpisah di KONI.
“Karena pembinaan atlet ini juga harus berjalan terus menerus. Maksud kami, kami juga kan punya operasional di dinas ini. Seperti tahun sebelumnya yang diberikan dana hibah sehingga KONI bisa jalan juga,” tutupnya. (ard)













