Follow kami di google berita

Event Wisata Tetap Berlanjut, Disbudpar Dorong Kerja Sama.

Tanjung Redeb – Potensi Wisata sebagai sumber pendapatan daerah kini terkendala, seperti keterbatasan kewenangan, infrastruktur, serta biaya transportasi masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sektor pariwisata.

‎Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengatakan ada beberapa destinasi yang kini memberikan kontribusi, seperti Museum Batiwakkal, Air Panas Buatan, Goa Halo Tabung, dan Labuan Cermin

‎“Itu yang bisa kita kembangkan untuk menambah pendapatan daerah. Tapi karena keterbatasan, kita perlu bekerja sama dengan pengelola di setiap destinasi wisata,” ujar Majid.

‎Ia menjelaskan, masih banyak objek wisata yang masih dalam tahap pembangunan termasuk di Pulau Maratua.

‎“Tadinya semua sudah kita siapkan untuk menjadi sumber pendapatan, karena regulasi menyebutkan wilayah 0–12 mil laut adalah kewenangan provinsi, maka  tidak bisa dilakukan penarikan retribusi di sana,” jelasnya.

‎Meski demikian, tujuan utama pengembangan wisata untuk menambah pendapatan masyarakat lokal sepert UMKM.

‎“Kalau bicara pendapatan daerah memang masih kecil, baru di sektor makanan, minuman, dan restoran. Tapi yang penting kita bisa menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat,” katanya.

‎Selain itu, Aksebilitas menuju destinasi wisata juga menjadi tantangan, karena jarak tempuh yang jauh serta biaya transportasi yang tinggi menjadi alasan mengapa wisatawan sedikit yang datang.

‎“Kalau di Jawa, wisatawan bisa langsung menikmati dalam waktu singkat. Tapi kalau ke Biduk-Biduk, membutuhkan waktu enam jam perjalanan dari kota. Ditambah biaya perjalanan dari kota besar yang bisa mencapai sekitar Rp5 juta pulang-pergi,” terangnya.

‎Untuk mengatasi hal ini, kami berencana membuat event wisata lagi baik di kawasan perkotaan agar menarik wisatawan sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke destinasi luar kota.

‎Keterlibatan pihak swasta juga sangat penting untuk mendorong sektor pariwisata, khususnya dalam penyelenggaraan seperti konser atau seni  berbayar yang dapat membuka peluang pendapatan

‎“Selama ini hampir semua kegiatan masih bersifat gratis. Padahal kalau swasta bisa masuk dan mengadakan konser atau event berbayar, itu bisa menjadi sumber pendapatan tambahan,” pungkasnya.(adv/ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel