TANJUNG REDEB – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam membangun kesadaran kependudukan di kalangan pelajar terus menunjukkan hasil nyata. Sejak tahun 2022, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) resmi berjalan di seluruh kecamatan.
Hingga penghujung 2024, sebanyak 49 sekolah di 13 kecamatan telah mengadopsi konsep pendidikan kependudukan dalam proses belajar mengajar. Dari jumlah tersebut, 20 sekolah berada di jenjang SD, 23 di jenjang SMP, dan 6 di tingkat SMA sederajat.
SSK di Berau terbagi dalam dua tingkatan. Pada kategori Paripurna, tercatat 5 SD, 9 SMP, dan 2 SMA, sementara kategori Dasar terdiri atas 15 SD, 12 SMP, dan 4 SMA.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Rabiatul Islamiyah, menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang memahami pentingnya kependudukan dalam pembangunan.
“Kami ingin pendidikan kependudukan menjadi bagian dari karakter siswa. Karena dari sanalah tumbuh kesadaran untuk berkontribusi terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.
Keseriusan itu juga berbuah prestasi. Pada Lomba Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, dua sekolah asal Berau berhasil menorehkan hasil membanggakan. SDN 002 Berau meraih juara III untuk jenjang SD, sedangkan SMPN 1 Sambaliung menyabet juara II untuk jenjang SMP sederajat.
Tak berhenti di situ, DPPKBP3A Berau bersama Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (AKUSI) Kabupaten Berau menghadirkan inovasi baru bertajuk “Pelita” (Pelajar Peduli Literasi Kependudukan) pada tahun 2025. Program ini diarahkan kepada pelajar SMA dan SMK sederajat yang telah terlibat dalam SSK.
Program Pelita menjadi wadah penguatan literasi kependudukan, dengan fokus pada isu bonus demografi, perencanaan keluarga, dan pembentukan generasi emas 2045.
Inovasi tersebut menjadikan Berau sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menginisiasi program Pelita, dan telah mendapat pengakuan langsung dari Kementerian BKKBN.
Salah satu anggota Pelita, Gadisah, mencuri perhatian setelah meraih penghargaan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Ia kini terpilih mewakili Berau di tingkat nasional sebagai Duta Akademi Keluarga Indonesia, program baru yang diinisiasiBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Diluncurkan pada 18 September 2025 di Jakarta, Akademi Keluarga Indonesia diikuti 167 remaja dari 34 provinsi, termasuk tiga pelajar berprestasi dari SMA 1 Berau.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapat pembekalan mengenai arti keluarga, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi moral generasi muda.
“Keluarga adalah tempat berpulang yang sejati. Dari sanalah lahir kekuatan dan nilai moral bagi generasi penerus,” pungkasnya (adv/ky)
“Pelita” Jadi Simbol Kebangkitan Literasi Kependudukan di Kabupaten Berau













