Tanjung Redeb – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mengintegrasikan dan mengarusutamakan gender dalam seluruh aspek pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan saat membuka kegiatan advokasi pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKBP3A) Kabupaten Berau, di Ruang Sangalaki, Rabu (13/08).
Gamalis mengungkapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi perempuan di Berau agar dapat berkembang serta berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang, mulai dari politik, hukum, hingga ekonomi.
“Antusiasme peserta hari ini adalah modal awal untuk memberikan kesempatan yang sama dan kesetaraan hak bagi perempuan. Sejatinya, perempuan juga mampu memimpin dan bersikap bijaksana. Gagasan dan tindakan mereka jangan lagi dipandang sebelah mata,” ujarnya.
Pemkab Berau, lanjutnya, melalui DPPKBP3A terus menggencarkan berbagai agenda pemberdayaan perempuan. Program-program tersebut mencakup advokasi perlindungan hukum bagi korban kekerasan, seminar politik, hingga pelatihan ekonomi kreatif. Seluruhnya ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan, agar lebih berdaya dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Gamalis juga mengapresiasi semakin banyaknya tokoh perempuan di Kabupaten Berau yang kini dipercaya menempati posisi strategis, baik di pemerintahan maupun sektor lainnya.
“Perempuan Berau telah menunjukkan kapasitasnya. Mereka mampu bersaing secara profesional dan memposisikan diri setara dengan laki-laki, tanpa mengabaikan fitrahnya,” tambahnya.
Menurutnya, kontribusi perempuan dalam pembangunan telah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan keluarga. Ia pun menegaskan pentingnya terus mendorong peran perempuan dalam pembangunan.
“Tidak berlebihan jika dikatakan perempuan adalah tiang negara. Saat ini perempuan Berau telah berdiri sejajar dengan laki-laki dan sadar akan perannya dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (adv/fan)













