Samarinda – Cekcok antar dua sopir di sebuah perusahaan beton di Samarinda berujung aksi penikaman. Seorang pria berinisial HR (55) nekat menikam rekan kerjanya, AR (43), dengan sebilah pahat karena merasa kerap dihina dan dilecehkan.
Insiden berdarah ini terjadi, Jumat malam (1/8/2025), sekitar pukul 19.40 Wita, di ruang makan karyawan perusahaan Dap Beton 2, yang berlokasi di Jalan Ring Road 1, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Yohanes Bonar Adiguna, mewakili Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, membenarkan laporan kasus penganiayaan berat tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti.
“Korban mengalami luka serius di bagian mata, tangan, dan kaki. Keponakannya yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi istri korban, lalu membawa korban ke rumah sakit karena kondisi cukup parah akibat pendarahan,” ungkap Bonar, Rabu (6/8/2025).
Istri korban yang menyaksikan kondisi suaminya kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Sungai Kunjang. Tak berselang lama, sekitar pukul 19.52 Wita, pelaku HR berhasil ditangkap dan diamankan bersama barang bukti berupa pahat yang digunakan dalam penyerangan.
Dari hasil pemeriksaan, HR mengaku nekat melakukan aksi kekerasan karena merasa terus-menerus direndahkan oleh korban yang usianya lebih muda. Tersulut emosi, pelaku pun memilih menyelesaikan masalah dengan cara brutal.
Kini, HR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Ia dijerat dengan pasal penganiayaan berat dan terancam hukuman pidana sesuai ketentuan yang berlaku. (Nain)













