24 Jam Mati Listrik, Masyarakat Geruduk Kantor PLN

TANJUNG REDEB – Pemadaman bergilir yang terjadi sejak Minggu (25/10) hingga hari ini tanpa ada informasi jelas, membuat masyarakat naik pitam.

Senin (26/10) malam, ratusan masyarakat dari kecamatan terdekat mendatangi kantor PLN UP 3 Tanjung Redeb di Jalan APT Pranoto, guna menanyakan kejelasan adanya pemadaman bergilir yang terjadi selama 2 hari.

Ditemui Manajer PLN UP 3 Berau, Erwinton Naibaho berusaha memberikan penjelasan kepada masyarakat yang datang dengan emosi membara. Namun, upaya pemberian penjelasan itu tak berjalan lancar. Penjelasan teknis kendala penyebab pemadaman listrik dianggap tak masuk akal.

“Ini sistem interkoneksi dari Mahakam. Sementara itu, sistem Mahakam dan sistem Barito mengalami gangguan pembangkit. Itulah makanya setelah beberapa bulan terakhir ini akibat gangguan pembangkit itu, beberapa daerah kita di Berau terpaksa kami padamkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, gangguan di transmisi arah Talisayan sama Maloy dimana ada tower yang rubuh juga menjadi salah satu kendala. Tower itu adalah urat nadi suplai dari sistem Mahakam ke Berau.

“Itu sekarang dalam tahap perbaikan. Tim kita sudah sampai di lapangan dan sedang melakukan upaya perbaikan,” tambahnya.

Penjelasan teknis itu pun ditolak mentah-mentah. Masyarakat yang terlanjur emosi meminta solusi konkret agar pemadaman tak terjadi secara berulang.

“Kami butuh solusi, bukan penjelasan. Banyak yang sudah dirugikan akibat pemadaman ini,” teriakan bersahutan dari beberapa warga di lokasi.

Hingga tengah malam, masyarakat terus berdatangan ke kantor PLN dan melakukan aksi menuntut solusi. Pembakaran ban di tengah jalan juga dilakukan massa. (Ard).

Bagikan

Subscribe to Our Channel