Strategi Ekspor Ikan Tahun 2023 di Berau Masih Nihil

A-News.id, Tanjung Redeb – Bumi Batiwakkal sebagai salah satu daerah strategis dalam pemasaran hasil laut. Ikan kerapu dan udang windu adalah jenis yang paling memegang peran dari segi ekspor, hal tersebut sebagaimana disampaikan Dinas Kelautan dan Perikanan Berau, Hongkong menjadi negara yang paling banyak membeli hasil laut Bumi Batiwakkal, Senin (14/12/2022).

Namun dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Berau Dahniar Ratnawati secara intensif dalam pemasarannya masih terdapat beberapa kendala. Diantaranya adalah produksinya masih secara tradisional.

Dari nilai ekspor sendiri pun diakuinya kadang naik turun tergantung persaingan pasar antara permintaan dan penawaran.

“Kendala yang dihadapi dalam pengembangan dari segi budidaya memang adalah kesulitan dalam hal pembenihan,” katanya.

“Kalau dari strategi terkait ekspor di tahun depan tentu kita perlu berkoordinasi lagi,” tambahnya.

Selain itu, pentingnya sektor perikanan diakui Dahniar juga sangat berpengaruh terhadap sektor gizi protein. Yang dinyatakan sumbangan ikan terhadap pertumbuhan, kesehatan dan kecerdasaran asal dikelola secara rutin.

Mendukung ketahanan pangan dari sektor kelautan itupun menurutnya, dari pemerintah sudah kerap melakukan berbagai trobosan guna membantu dalam pembudidayaan ikan terhadap nelayan.

Tentu dengan tanggungjawab dibagi berdasar batas kewenangan teritorial meliputi pemerintah daerah yang hanya di batas perairan umum, sedangkan mencakup 12 mil perairan dipegang oleh provinsi dan di atas 12 mil pemerintah pusat.

“Sebenarnya untuk mendukung ketahanan pangan ini setiap tahun kita sebenarnya sudah rutin membantu berbagai kelompok nelayan berupa peralatan dan benih yang bekerjasama dengan provinsi maupun pusat,” katanya. (mik)

Bagikan