H. ABIDINSYAH HIMBAU SEMUA PERUSAHAAN PEMANFAAT SDA BERAU SEBELUM MEMULAI OPERASINYA WAJIB MEMBUAT AGREEMENT DENGAN MASYARAKAT LOKAL

ANEWS, Berau – Sudah sering terjadi munculnya gejolak antara masyarakat yang tinggal di sekitar operasi usaha pemanfaatan sumber daya alam di Kabupaten Berau, dengan pihak perusahaan pengelola, terkait berbagai masalah yang krusial, diantaranya seputar pembebasan lahan dan masalah rekrutmen tenaga kerja lokal.

Untuk mengantisipasi tidak terjadinya gesekan antara masyarakat setempat dengan perusahaan pengelola sumber daya alam, diperlukan suatu kerjasama kemitraan yang disepakati sebagai bentuk Agreement (perjanjian) yang ditanda tangani kedua belah pihak seperti yang disampaikan H. Abidinsyah, Rabu, 18/11.

Menurut H. Abidinsyah sekarang ini hampir semua perusahaan-perusahaan yang beroperasi di seluruh Indonesia mengutamakan tenaga kerja maupun perusahaan kontraktor daerah, dan itu bertujuan membantu pengembangan ekonomi daerah, seperti Kabupaten Berau, dan juga sebagai jaminan kondusifitas berusaha bagi investor.

H. Abidinsyah selalu menghimbau agar semua perusahaan pengelola sumbar daya alam yang beroperasi di Kabupaten Berau selalu berkomitmen dan membuat kesepakatan dengan masyarakat setempat terkait pemanfaatan tenaga kerja lokal sebagai prioritas dan juga pemberian program pemberdayaan kepada masyarakat di sekitar lokasi operasinya.

“Semua perusahaan pengelola sumber daya seperti tambang, kebun sawit dan lainnya sebaiknya membuat agreement dengan masyarakat sebelum memulai usahanya,” ujar haji.

Sering sekali timbul perselisihan yang muncul di saat pembebasan lahan warga yang terkena atau masuk ke dalam area konsesi perusahaan pertambangan, dimana warga ber-demo menyetop kegiatan tambang atau memasang portal menghalangi lalu lalang kendaraan pengangkut hasil produksi, karena merasa dirugikan akibat lahan mereka ada yang belum diselesaikan pembayarannya.

Baca Juga: Ketua DPRD Berau Juga Himbau Perusahaan Tambang Prioritaskan Tenaga Kerja dan Kontraktor Lokal

Dengan adanya agreement yang disepakati kedua belah pihak, diharapkan akan mengurangi munculnya permasalahan antara warga dan perusahaan pengelola.

Himbauan Pemangku Adat Gunung Tabur

Secara terpisah, H. Aji Bambang Kesuma, Pemangku Adat Keraton Gunung Tabur meminta perusahaan besar tambang di Berau mestinya bijak menghadapi persoalan lahan masyarakat dan soal tenaga kerja lokal agar diberikan prioritas utnuk mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri.

“Jangan selalu mendatangkan tenaga kerja dari luar, sepanjang bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal. Juga jangan selalu mengandalkan hukum setiap ada permasalahan dengan warga, perusahaan selalu pasti ada kelemahan dalam menambang, saya menghimbau terhadap perusahaan,” pungkasnya.

Masyarakat Berau Harus Bersatu Memperjuangkan Peningkatan Ekonomi

Masyarakat Kabupaten Berau rasanya perlu menyatukan visi misi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Berau bagi peningkatan ekonomi daerah dengan meminta perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi maupun yang akan beroperasi di Kabupaten Berau untuk memberi kesempatan yang lebih luas kepada, baik itu tenaga kerja lokal maupun pengusaha maupun usaha kecil dan menengah lokal agar perputaran ekonomi Berau meningkat, karena uang yang ada tidak dibawa keluar, melainkan tetap dibelanjakan di Berau oleh karyawan dan pengusaha/usaha lokal tersebut.

Jangan potensi SDA Berau dieksploitasi secara masive tetapi kurang memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah, karena tidak memberdayakan potensi SDM (tenaga kerja) maupun kesiapan infrastruktur pengusaha lokal yang ada serta potensi-potensi lainnya, dan tentunya masyarakat Berau tidak ingin hanya sebagai penonton. (nov/jul)

Bagikan