Puluhan Babi Positif Terserang Virus ASF, Kepala Distanak Berau: “Tidak Menular ke Manusia”

ANews, Gunung Tabur – Puluhan babi di kawasan Paribau, kampung Maluang Gunung Tabur yang dilaporkan mati secara massal sejak, 10 Mei 2021 lalu diungkapkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau positif terserang virus African Swine Fever (ASF) atau umumnya disebut Demam Babi Afrika.

Dari catatan Distanak, terhitung total ada 78 ekor babi yang mati dari jumlah populasi 680.

Kepala Distanak Berau Mustakim Suharjana mengatakan, diagnosa tersebut diperoleh setelah selesai dilakukan pemeriksaan uji sampel darah dan organ babi yang sudah mati oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur dengan Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Ini seperti yang terjadi di Sumatera Utara beberapa bulan lalu, pengujiannya ini valid karena menggunakan metode PCR bukan serologis jadi langsung ditemukan virusnya,” ujarnya saat melakukan peninjauan, Senin (24/5/2021) siang.

“Memang sebelumnya dugaan awal Hoac Cholera ternyata bukan karena diagnosa awal gejalanya mirip,” imbuhnya.

Untuk menghentikan penularan, kata Mustakim perlu diambil langkah strategi stamping out atau mengeliminasi keseluruhan ternak agar penyebaran penyakit bisa diputus.

“Karena ini kebanyakan milik pribadi, perlu ada negosiasi terlebih dulu dengan masyarakat tapi dalam perkembangannya saat minggu lalu kita periksa masih ada beberapa yang hidup,” katanya.

“Selanjutnya langkah-langkah dari dinas itu melakukan desinfeksi dan itu juga sudah dilakukan, kandang-kandang sudah disemprot agar tidak menyebar ke populasi babi yang lain, karena penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi peternak babi kematian mencapai 100 persen,” tambah Mustakim.

Lanjut Mustakim, ia memberi catatan kalau virus tersebut tidak menular ke manusia.

“Jadi penyakit hewan menular biasa bukan kategori penyakit zoonosis atau penyakit dari hewan yang bisa menular ke manusia,” pungkasnya.(mik)

Bagikan