TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak bermain-main dengan praktik korupsi. Peringatan keras ini disampaikan Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, yang menyoroti maraknya penyalahgunaan kewenangan di berbagai daerah Indonesia belakangan ini.
Dalam arahannya, Said menyebut korupsi sebagai ancaman yang dapat meruntuhkan tatanan pemerintahan, bukan hanya sekadar pelanggaran hukum.
“Korupsi itu bukan sekadar melanggar aturan. Itu penyakit yang menghancurkan pemerintah dari dalam. Sekali saja seorang ASN salah langkah, dampaknya bisa panjang dan langsung merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/11).
Ia mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak selalu muncul dalam bentuk besar. Banyak tindakan kecil yang tampak sepele justru menjadi pintu masuk kerusakan yang lebih besar.
“Sering kali awalnya hanya titip kepentingan, gratifikasi kecil, atau memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi. Itu bibit korupsi. Diam-diam tumbuh, lalu berubah menjadi pelanggaran besar yang akhirnya mencoreng pemerintahan,” tegasnya.
Menurut Said, dampak korupsi bukan hanya dirasakan oleh institusi pemerintah, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan warga. Lambannya pelayanan publik, terhambatnya pembangunan, hingga munculnya ketidakadilan di lapangan adalah bukti nyata bahwa masyarakat menjadi korban utama.
“Yang paling dirugikan adalah rakyat. Mereka berharap pelayanan yang cepat dan adil, tetapi korupsi membuat semuanya tersendat. Kepercayaan masyarakat itu dibangun bertahun-tahun, namun bisa hilang hanya karena satu tindakan koruptif,” jelasnya.
Said berharap peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh ASN untuk memperkuat moralitas dan integritas. Ia menekankan bahwa pemerintahan yang bersih hanya dapat terwujud jika setiap pegawai memiliki karakter yang kuat dan kesadaran untuk menjaga amanah.
“Keteladanan itu mahal, tapi wajib dimiliki ASN. Kalau moralnya kuat, korupsi tidak akan punya ruang untuk tumbuh di Berau,” pungkasnya. (Adv/Ta)













