Follow kami di google berita

Relokasi Hingga Pembangunan Sarpras Sekolah Maratua Menyeruak di Musrenbang

MARATUA – Persoalan keterbatasan ruang belajar menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua. Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, memaparkan sejumlah kondisi riil sekolah yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari kekurangan ruang kelas hingga rencana relokasi sekolah.

Mardiatul menanggapi kondisi TK Negeri di Maratua yang dinilai sudah tidak layak dari sisi kapasitas. Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki dua ruang kelas dan satu ruang guru, sementara jumlah siswa mencapai sekitar 50 anak.

“Untuk TK, idealnya satu kelas maksimal 15 siswa. Dengan jumlah yang ada sekarang, seharusnya tersedia empat ruang kelas. Namun kondisi lahan dan bangunan saat ini memang tidak memungkinkan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Mardiatul Idalisah, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa lokasi sekolah yang sempit dengan sisi bangunan berbatasan langsung dengan rumah warga membuat pengembangan tidak bisa dilakukan. Karena itu, pihaknya mengusulkan relokasi sekolah ke lahan yang lebih representatif.

“Kami siap merencanakan dan berkoordinasi dengan instansi pertanahan. Harapan kami, pemerintah kampung dan kecamatan dapat membantu menyiapkan atau menunjukkan lahan yang bisa diusulkan untuk relokasi,” tegasnya.

Tak hanya TK Negeri, Mardiatul juga menyinggung kondisi SDN 001 Bohe Silian. Meski sebelumnya telah diusulkan dalam perencanaan, sejumlah pembangunan penunjang seperti pagar dan WC belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“Tahun lalu sempat masuk dalam perencanaan, termasuk pagar dan WC. Namun dengan kondisi anggaran yang sangat terbatas, beberapa item pendukung belum bisa terealisasi. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk prioritas berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk sekolah di Kampung Teluk Harapan dan wilayah lainnya, beberapa pembangunan ruang kelas baru dilaporkan masih berlanjut. Dinas Pendidikan menargetkan penyelesaian sebelum tahun ajaran baru dimulai. Namun, pembangunan fasilitas sanitasi dan utilitas lainnya juga terdampak efisiensi anggaran.

Di SMPN 1 Maratua, pembangunan ruang kelas dan pematangan lahan disebut sedang berjalan. Diharapkan akses jalan dan penataan lingkungan sekolah dapat sekaligus mendukung rencana semenisasi halaman sekolah yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak.

“Kami tetap berkomitmen pada prioritas ruang kelas belajar. Namun kebutuhan fasilitas penunjang seperti WC, pagar, dan semenisasi halaman tetap menjadi perhatian, terutama untuk keamanan dan kenyamanan siswa,” pungkasnya.

Dengan dukungan antarlintas sektor, Dinas Pendidikan berharap perencanaan yang disusun dapat menjawab persoalan keterbatasan ruang dan fasilitas, demi terciptanya proses belajar yang lebih layak dan berkualitas di wilayah kepulauan tersebut. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel