Pesona Alam Samburakat, Wisata Alam Baru yang Dahulunya Adalah Kebun Warga

A-News.id, Gunung Tabur – Lahan perkebunan berupa hutan dan rawa disulap warga Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur menjadi sebuah objek wisata baru yang diberi nama Pesona Alam Samburakat.

Di wisata ini masyarakat dimanjakan dengan berbagai wahana permainan mulai dari perahu bebek ditambah dengan pemandangan kali yang memukau dari atas bukit, Selasa (11/1/2022).

Apalagi jika pelancong datang pada sore hari, maka pemandangan matahari terbenam akan nampak jelas, ditambah dengan kicauan burung yang terbang akan menambah kesyahduan di lokasi wisata ini.

Bastian, itulah nama warga yang mempunyai ide untuk mengalihfungsikan kebun yang ia punya menjadi tempat wisata. Dalam perjalanan merintis tempat wisata tersebut, tentunya tak mudah untuk dilalui oleh pria pensiunan karyawan perusahaan air minum daerah tersebut.

Pasalnya, Bastian terlebih dulu harus memikirkan konsep wisata dari kebun seluas 1 hektare miliknya. Impian untuk membuat tempat rekreasi itu pun harus ia tempuh dalam waktu yang cukup panjang yakni mulai tahun 2012 yang ia kelola secara mandiri bersama dengan istri dan warga Samburakat lainnya.

Usahanya pun membuahkan hasil. Sejak diresmikan pada Desember 2021 dua bulan lalu, objek wisata buatan Bastian menjadi salah satu tempat rekreasi favorit warga. Selain alasan akses yang dekat dan mudah dijangkau, Pesona Alam Samburakat juga sangat cocok dijadikan tempat bersantai menikmati waktu libur bersama keluarga dan kerabat.

“Kenyamanannya lumayan cuma kan ini belum rampung semua fasilitasnya, tapi kalau misalnya sudah dirampungkan semua saya rasa akan semaki bagus apalagi kalau wahananya ditambah,” demikian ujar seorang salah seorang pengunjung Fery.

“Asik ini wisatanya sangat bagus, saya yang baru pertama kali datang kesini saja wisata ini cukup menarik karena ditambah dengan pemandangan alam,” kata pengunjung lain Agatha.

Untuk masuk ke objek wisata, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu per orang. Disini pengunjung dapat menikmati wahana sepeda air di danau buatan dengan harga Rp 20 ribu. Selain itu, pengunjung juga disajikan dengan makanan khas banua yakni jagung batutung bakulit secara gratis.

Jagung batutung bakulit sendiri pada umumnya adalah cemilan jagung bakar. Jagung batutung bakulit adalah sebutan yang kerap digunakan orang Banua yakni suku asli Berau. Yang berarti jagung yang kulitnya terbakar.

Pemilik objek wisata Pesona Alam Samburakat, Bastian mengatakan, selain untuk menciptakan wadah liburan untuk masyarakat, dibalik itu ada misi mulia Bastian, yaitu agar kawasan wisata yang ia garap dapat membantu perekonomian warga di tengah pandemi covid-19 dengan menyediakan lapangan kerja baru.

Karena kata dia, di tempat ia tinggal yakni Kampung Samburakat, banyak dari rekannya yang kehilangan pekerjaan karena pemberhentian tenaga kerja (PHK) secara besar-besaran dampak dari pandemi covid-19.

Sehingganya dari pembukaan tempat wisata ini, rekan dari Bastian yang sempat menganggur minimal dapat bekerja kembali untuk membantu dirinya mengembangkan wisata tersebut.

“Awalnya itu saya melihat ada lokasi yang startegis kebun saya sendiri yang lokasinya berada di kampung Samburakat, namun dibalik itu adalah untuk mengurangi pengangguran,” katanya.

Untuk sampai ke lokasi wisata ini, pengunjung harus menempuh perjalanan dari ibu kota Kabupaten Berau selama 1 jam. Selama perjalanan menuju lokasi wisata, pengunjung akan disuguhi pemandangan kampung dan sungai Segah.

Meski masih terbilang baru, pemilik objek wisata rencananya akan menambahkan wahana permainan dan fasilitas di objek wisata buatannya. Upaya tersebut akan ia tempuh melalui kolaborasi dengan pihak kampung maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. (mik)

Bagikan
bodrum escort - eskişehir esc - mersin escort - mersin escort bayan - mersin esc