Pertahunnya, Ternyata Berau Datangkan 5000-6000 ton Beras Dari Luar Daerah, Beras Lokal ?

Edi Musfa (Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kabupaten Berau

A-News.id, Tanjung Redeb – Demi mempertahankan ketahanan pangan di Bumi Batiwakkal, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pangan Kabupaten Berau mendatangkan 5000 hingga 6000 ton beras dari luar daerah setiap tahunnya.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Edi Musfa mengatakan, di tahun 2020 setelah dihitung ternyata Kabupaten Berau memiliki kebutuhan sekitar 24 ribu ton beras setiap tahunnya, sedangkan produksi beras di Kabupaten Berau hanya mampu menghasilkan sekitar 19 ribu ton.

Sehingga, Kabupaten Berau harus mendatangkan beras sekitar 5000 hingga 6000 ton dari luar daerah agar dapat memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Berau.

“Datanya ada, nah kita dapatkanlah data 19 ribu sekian, produksi untuk berasnya,  karena kebutuhan kita sekitar 24 ribu, itu kita penuhi dengan dari luar, dari 5000 sampai 6000 ton dalam satu tahun,”ujar Edi.

Selain itu, yang masih menjadi permasalahan saat ini ialah kebutuhan Minyak Goreng dan Gula, karena barang tersebut hanya bisa didapatkan dari luar daerah.

“Permasalahannya bisa kita liat dari harga, contohnya saja cabe bisa melonjak ke harga 60.000 sampai 75.000, karena cabe itu sebagian besar kita datangkan dari luar,produksi kita kan sangat kecil sekali, dari jawa, dari Sulawesi, kalau terjadi masalah di transportasi, dari sini pasti naik,“tegas Edi.

Adapun produk lokal Kabupaten Berau selain beras ialah jagung, namun jagung tersebut masih bisa memproduksi melampaui kebutuhan saat ini.

“Produksi jagung kita kemarin 72 ribu ton dalam 1 tahun, kebutuhan kita sekitar 10 ribu kecil aja, karena kebutuhan jagung ini biasanya hanya untuk pakan ayam, jadi kita sudah menjual keluar ke Surabaya, ada yang ke Samarinda,”tambah Edi.

Untuk menjual beras hasil panen petani, Dinas Pangan Kabupaten Berau bersedia membantu memasarkan produknya karena produk lokal di Kabupaten Berau saat ini bersaing dari segi mutu, sehingga saat ini mayoritas pembeli dari pegawai-pegawai Instansi Daerah.

“Kenapa mutu kita rendah, ya nanti bisa dijelaskan dari dinas pertanian tapi, gambarannya seperti inilah, produk kita dari beras kita rendah. kenapa,  itu karena masa panen yang kurang bagus, kalau di luar daerah, padi yang mau dipanen itu betul-betul sudah tua, kita inikan belum tua betul sudah dipanen, kenapa, karena kalau kita lama panen hama masuk sudah, burung tikus masuk semua, kita tidak bisa menanggulangi karena masalahnya pemiliknya satu orang tapi sawahnya luas, beda di jawa, pemiliknya banyak sawahnya kecil, di sinikan ada yang 2 hektar 1 orang punya, ”Pungkasnya.(*)

 

 

 

 

 

Bagikan