PELAYANAN DIANGGAP TAK SATU PINTU, APA TANGGAPAN CAMAT TELUK BAYUR

ANews, Berau – Kantor Camat Teluk Bayur tidak akan pindah ke gedung lama. Anang Ardiansyah, selaku putra sekaligus Camat Teluk Bayur, berencana mendesain ruang-ruang kantor dinas itu dengan foto dan peninggalan-peninggalan sejarah lainnya, Rabu (6/01/2021).

Diketahui kantor camat yang awalnya satu pintu dengan KUA (Kantor Urusan Agama), Kantor Lurah, dan Puskesmas kini telah pindah sehingga gedung lama bekas kantor camat tidak dihuni lagi. Oleh sebab itu gedung lama tersebut direncanakan bakal dibangun sekolah terpadu.

Selain itu, kantor camat yang sekarang direncanakan bakal mempertahankan nilai historis Teluk Bayur. Peninggalan Belanda yang hampir punah akan diwujudkan di ruang-ruang kantor camat baru, seperti dalam bentuk foto dan lain-lain.

Dalam melayani masyarakat yang sedang berkunjung ke Taman Belanda Teluk Bayur, kantor camat terbuka untuk umum ketika ada warga yang ingin membuang Air kecil atau membuang air besar.

Saat ditemui ANews, Anang Hardiansyah, selaku Camat Teluk Bayur mengatakan, idealnya kantor camat harus berada di tengah-tengah masyarakat karena kalau di pinggiran pemukiman akan menyulitkan warga.

“Apalagi di gedung yang lama jauh dari tempat fotokopi, kasihan warga yang ingin fotokopi berkas harus bolak-balik, dan saya sebagai putra teluk bayur juga harus menjaga dan melestarikan historis yang ada sejak dulu,”

“Itulah yang jadi dasar pemikiran saya kalau tidak pindah maka gedung ini akan dimanfaatkan orang untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Camat teluk bayur berharap supaya warga teluk bayur punya kesadaran untuk mempertahankan historis yang ada. (andi)

Bagikan